“Saya ingin menulis antologi bersama para penulis dari Berau,” kata Samsiah.
Ada seorang Bapak yang sudah riset 25 tahun dan minta dicarikan co-writer. “Saya sudah merampungkan 25%. Saya tidak punya waktu lagi karena kesibukan di kantor,” katanya.

Saya menyarankan agar si bapak menuliskannya pelan-pelan, bersabar. “Jika nanti diselesaikan co-writer, itu akan berantakan. Kecuali co-writernya juga ikut riset selama 25 tahun. Jadi menguasai apa yang Bapak inginkan,” begitu kata saya.

Tetap semangat menulis. Sekarang Sabtu 22 Oktober 2022, saya sedang transit di Sepinggan, menunggu pesawat ke Banjarbaru.
Tiba-tiba kangen rumah.


