Pembangunan pasti memakan korban. Modernisasi membuat yang tradisional minggir. Begitulah hidup. Lima puisi Anna Lestari bicara tentang kampungnya di Tangerang yang tergusur.
Puisi Minggu: 5 Puisi Anna Lestari tentang Proyek Strategis Nasional

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Melukis hati dengan kata

Pembangunan pasti memakan korban. Modernisasi membuat yang tradisional minggir. Begitulah hidup. Lima puisi Anna Lestari bicara tentang kampungnya di Tangerang yang tergusur.

Puisi Minggu Edisi 44/I/3 November menampilkan 5 Puisi Muhammad Gibrant Aryoseno tentang Kaidah Dunia. Seduh kopi terbaikmu dan nikmati puisi-puisinya.

Puisi Minggu edisi 43/I/27 Oktober 2024 menayangkan 5 puisi MN Fazri tentang negeri ini. Fenomena politik, ekonomi, soial, dan budaya jadi ie untuk membersihkan kegelisahannya lewat puisi. Siapkan kopi terbaikmu dan nikmati puisinya.

Anak adalah sumber inspirasi untuk menulis puisi bagi Ahmad Rizki. Di Puisi Minggu edisi 42/I/20 Oktober 2024, Ahmad Rizki menulis5 puisi tentang anak. Selamat menikmati dan seduh kopi terbaikmu.

Saya menulis puisi sebagai panggilan hidup sebagaimana saya mengabdi sebagai guru honorer. Melalui enam puisi saya bertema guru ini, saya sedang mengajak siapa saja untuk ikut bergurau bersama saya.

Sudah 40 minggu kita menikmati Puisi Minggu. Semakin menjanjikan, para penulis puisi dilapis kedua ini. Semoga tunas ini terus dirawat dengan baik. Selamat menulis puisi.

Puisi Minggu memasuki edisi 39/I/29 September 2024. Makin beragam temanya. Semain berani menuliskannya. Puisi memang tidak bisa memuaskan semua orang tapi menyuarakan hati penulisnya. Selamat menikmati.

Hati-hatimu dengan hatimu. Begitulah kira-kira Akhmad Sekhu menuliskan perasaan hatinya lewat Puisi Minggu edisi 38/I/22 September 2024. Mari, buka hatimu untuk puisi. Jangan lupa seduh kopi terbaikmu.

Puisi Minggu antreannya panjang. Mohon maaf, bersabar. Sekarang edisi 37/I/15 September 2024. Giliran Faris Al Faisal, penyair dari Indrmayu. Selamat menikmati puisi-puisinya.

Dalam konteks di atas, saya bersyukur diberi anugerah untuk mencintai buku-buku.
Buku apapun itu, tanpa peduli bentuk dan genrenya. Sejak kecil, buku selalu berhasil memikat
dan membuat saya terpukau. Tidak hanya isi, pengarang, atau sampulnya, saya juga sering
terpesona dengan aroma kertas -apalagi buku lawas-, sejarah, hingga segala hal yang
berkaitan dengan buku.

Puisi Minggu semakin diminati. Tidak terasa sudah edisi 35/I/1 September 2024. Kali ini 5 Puisi Tampu Bolon Sivardi tentang Musi Rawas. Lahir, besar, dan berdikari di Karang Anyar Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan. Siapkan kopi terbaikmu. Seduh dan hirup dengan bebas.

Puisi Minggu edisi 34/I/25 Agustus 2024. Terus bergulir memunculkan nama-nama baru dari seluruh kota di Indonesia. Kali ini Imam Khoironi dari Lampung. Selamat menikmati dan seduh kopi terbaikmu.

Edisi 33/I/18 Agustus 2024. Lima puinya tentang kehidupan perlu kita renungkan. Pada akhirnya, puisi-puisi ini hanya menjadi bacaan, dapat menjadi pengingat dan penggerak bagi pembaca sekalian. Agar gambaran tentang kehidupan yang saya tulis ini dapat menjadi pesan yang tersampaikan.

Puisi Minggu semakin hangat. Sekarang edisi 32/I/11 Agustus 2024. Silakan menikmati 5 puisi Muhammad Gibrant Aryoseno, tentang dunia pendidikan. Dia lahir di Kulon Progo, DIY. Biasa menulis novel, cerpen, dan puisi. Siapkan kopi terbaikmu. Seduh dan hirup.

Puisi Minggu suda edisi 31/I/4 Agustus 2024. Kali ini Christiaan dengan 5 Puisi tentang Luka dan Perjalanan. Kebermaknaan dalam setiap perjalanan nyatanya tak selalu bisa diterka. Ia bukan pula sesuatu yang bisa didesain sedemikian rupa. Seperti apakah yang disebut sembuh itu? Adakah puisi-puisi yang dirangkum sepanjang perjalanan akan menjadi panduan menuju sembuh? Selamatmenikmati.

Puisi Minggu sudah edisi 30/ 28 Juli 2024. Kali ini penulis dari Ponorogo, yang terkenal dengan reyog dan kuda lumpingnya. Lima puisinya yang berkisah tentang cara-cara mengenang kekasih yang sudah tiada. Mari kita sambut Agustus yang meriah dengan beragam perayaan.

Puisi Minggu sudah edisi 29/ 21 Juli 2024. Kali ini penulis dari kampung Cadasari, Pandeglang, yang bercerita tentang guru.