Puisi-puisi ini menggambarkan kehidupan yang keras dan kejam bagi anak-anak yang hidup di lingkungan kumuh. Mereka mencari makan di jalanan, terjebak dalam kemiskinan, tapi tetap bertahan. Kota menjadi tempat yang menghancurkan harapan mereka, menjanjikan kebahagiaan yang palsu dan hanya memberi penderitaan. Pertanyaan tentang Tuhan dan nasib mereka muncul, tapi jawabannya tak pernah jelas. Meski begitu, mereka tidak menyerah. Di tengah kerasnya hidup, masih ada cinta, keberanian, dan harapan, meski kecil dan acap kali tampak sia-sia. Hidup digambarkan secara jujur, apa adanya, tanpa hiasan.
Ahmad Rizki

Halaman: 1 2

