Cerita Qurban Kambing dari Ustadz Jazuli Juwaeni

Akhirnya aku pesan gosend untuk mengambilnya. Mana sempat salah pesan, terbalik alamatnya, jadi ambil di rumahku untuk diantar ke sana. Duh, monmaap ya driver pertama.🙏 Entah kenapa, mungkin aku salah pakai gmaps untuk fitur gosend. 🙄

Untungnya driver kedua pengertian banget, bahkan saat aku salah kasih shareloc. Huhuhu. Ternyata ada perubahan info tempat pengambilan. Aku janjikan tip untuk bapak driver, jadi biar beliau tenang, sepadan dengan effort mencari tempat.

Driver sempat chat, ‘Kambing baru dipotong’. Kubalas, ‘Mohon ditunggu ya, Pak’. Aku membatin akan menambah tip lagi.

Lalu ada chat beliau, apakah qurban kambing dua ekor dibawa semua. Aku balas iya. Agak heran, kok cepat sekali yang menguliti kambing.

Trus sempat mikir juga, dua ekor mah banyak ya, jadi nanti driver dikasih juga lah. Hubby setuju. Kami menunggu driver dan menyiapkan kantong plastik untuk memisahkan daging qurban bagian driver.

Tibalah driver yang dinanti. Beliau menggotong karung. Aku berikan uang tip, sambil berpesan menunggu untuk bawa bagian daging. Aku membongkar tali karung. Tampak kepala kambing, heran tapi senang, bakal bisa bakar kepala kambing.

Begitu karung terbuka, kami bengong mendapati dua ekor kambing yang baru disembelih, masih lengkap dengan kepala dan bulu. Mana yang seekor kayak melepas napas terakhir gitu. Masya Allah.

Kami putar otak. Pak driver menunggu keputusan kami. Aku telepon sana sini yang bisa dimintai tolong menguliti. Hubby minta driver datang lagi sore hari. Driver pergi setelah kami minta nomor kontaknya.

Ternyata tetangga yang biasa menyembelih nggak sanggup menguliti. Hubby lalu mencari tetangga lain, nggak ada juga. Iya sih, liburan kan, siang-siang lagi saatnya rehat.

Aku sempat bilang ke hubby untuk mencoba menguliti sendiri. Kebetulan aku punya pisau baru yang tajam seperti iklannya. Hubby membolehkan, lalu menyarankan aku mengikat kambing ke pohon, seperti layaknya cara menguliti hewan qurban.

Baru juga menggotong kambing seekor, aku sudah mengeluh betapa gendut si embek. Gimana kami bisa menggantungkannya di pohon? Akhirnya hubby memutuskan melarangku mencoba menguliti sendiri. Daripada nanti cerai-berai dagingnya karena salah potong.

Trus aku ada telepon penting, jadi nggak bisa lanjut menangani si embek. Hubby kemudian mengontak Om Salam yang segera datang bersama tetangga lain yang biasa menguliti hewan qurban.

Cepat sekali waktu berlalu, tahu-tahu udah selesai aja sesi pengulitan dua ekor kambing yang kemudian dibagikan ke sekitar. Tentu saja relawan dan kami mendapat bagian. Aku memisahkan sedikit untuk driver karena sudah berjanji. Sorenya driver datang dengan riang dan menerima daging kambing dengan senang.

Hatur nuhun, Ustadz Jazuli Juwaeni yang sudah berkenan membagikan daging qurban untuk Rumah Dunia. Terima kasih untuk tim beliau yang sudah mengkoordinir pembagian. Makasih juga Om Salam sudah bersedia menangani pengulitan kambing walaupun nggak makan dagingnya. 🙏 Barakallahufiikum 🤲

Tias Tatanka

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==