Tikus sedang makan malam bersama Ayah Ibunya, ia bercerita tentang harinya yang sangat seru
bersama teman-temannya. Tentang petualangannya masuk ke dalam hutan dan bertemu dengan
manusia, tentang pengalamannya berlari karena dikejar ular yang ingin memakannya dan tentang cara
dia berusaha sembunyi di lubang yang sempit dengan teman-temannya agar selamat dari kejaran ular.
Tiba-tiba, temannya si Sigung datang ke rumahnya.
“Tok tok tok.” Sigung mengetuk pintu rumah tikus.
“Siapa?” kata Tikus
“Aku, Sigung.” Kata Sigung
Tikus pun membukakan pintu dan keluar, mengobrol dengan si Sigung.
“Hei tikus.” Kata Sigung
“Iya, ada apa?” Tanya Tikus.
“Apa kau lihat semua sampah ini ? Lagi-lagi, pasti ini ulah Tupai karena ini banyak bekas kacang disini.”
Kata Sigung.
Tikus bilang sesuatu di dalam hatinya, “mungkin itu benar.”
“Bagaimana menurutmu? Apa kita akan menjadi detektif ?” Tanya Sigung
“Hm…mungkin iya.” Jawab Tikus.
“Kalau begitu kita mulai besok saja.” Kata Sigung lagi.
“Oke” kata Tikus.

Lalu Sigung pun kembali pulang ke rumahnya, dan Tikus pun masuk lagi ke dalam rumahnya. Dia berpikir
bagaimana caranya agar bisa menemukan siapa yang suka buang sampah kacang sembarangan itu.
Besok paginya, setelah sarapan Tikus meminta izin untuk bermain bersama Sigung kepada Ayah Ibunya.
Setelah diizinkan, Tikus pun segera keluar rumah dan menunggu Sigung untuk mulai bekerja menjadi
detektif seperti yang direncanakan kemarin malam.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Sigung datang.
“Aduh maaf ya aku telat, tadi aku bantu Ibu ku dulu.” Kata Sigung.
“Iya tidak apa-apa, ayo kita mulai! Kita mencari siapa yang melakukan ini.” Kata Tikus .
“Ya! Ayo.” Kata nya lagi.
Tikus dan Sigung mulai mencari-cari jejak Tupai, tapi mereka juga bingung karena mereka tidak tau
bagaimana caranya untuk menjadi detektif. Ditambah juga Tikus dan Sigung sebenarnya tidak punya
alat-alat untuk jadi detektif, mereka biasanya hanya bermain dengan senang lalu pulang untuk makan
dengan Ayah Ibunya.
Tikus dan Sigung juga senang bermain dengan hewan kecil lainnya seperti kucing hutan, landak, kelinci,
burung-burung dan lain lain. Mereka suka saling menolong juga kalau ada temannya sedang kesusahan
atau bekerja sama untuk menyelamatkan diri dari kejaran hewan yang ingin memakan mereka.
Tikus biasanya berlari kenceng banget kalau dikejar Ular. Sigung biasanya mengeluarkan bau busuk
kalau dikejar hewan lain yang mau memakannya. Landak bisa mengeluarkan duri yang siap menusuk
penjahat dan lain lain. Setau Tikus, semua hewan punya cara sendiri untuk menyelamatkan diri nya.
Hari ini Tikus dan Sigung gagal, mereka tidak menemukan jejak Tupai. Jadi mereka bersihkan saja
sampah bekas kacang yang ada disana. Mereka akan kembali bekerja besok.

“Tikus, ayo pulang. Ini sudah malam!” kata Ayah dan Ibunya Tikus.
“Baik bu.” Kata Tikus.
Di rumahnya Tikus terus berpikir siapa ya yang membuang sampah itu. Sedangkan Sigung mulai galau,
mau curhat tapi dia tidak tau harus gimana ceritanya.
Keesokan harinya, Tikus dan Sigung melanjutkan mencari siapakah yang membuang sampah
sembarangan itu. Saat tak ketahuan terus siapa pelakunya, Sigung pun terpaksa mengaku.
“Hei!” kata Sigung.
“Tikus, aku minta maaf. Karena selama ini aku suka sekali kacang dan pelakunya adalah aku. Tapi aku
malu kalau jujur tadinya.” Kata Sigung.
“Tak apa-apa, aku memaafkanmu.” Kata Tikus.
“Terimakasih” kata Sigung.
Mereka pun bermain lagi seperti biasanya dan Sigung jadi belajar untuk lebih baik berkata jujur.
oOo



TENTANG PENULIS: Kali ini Cerpen Anak yang berjudul “Tikus dan Sigung Si Detektif” karya adik kita yang masih duduk di kelas 2 SD. Namanya Alya Assyifatu Haifa. Sekolah di SD Negeri II Purwadadi, Subang.

CERPEN ANAK: Mulai Juni 2025 ada kategoi baru, yaitu Cerpen Anak. Tayang dua mingguan Setiap Sabtu, bergantian dengan CERPEN SABTU. Penulisnya khusus untuk anak-anak usia SD dan SMP; dia bisa saja anak kita, keponakan kita, muid-murid kita di sekolah atau cucu kita. Panjang cerpen anak cukup antara 500 – 1000 kata. Redaksi menyediakan honorarium Rp 100.000,- Sertakan foto diri, bio narasi singkat, nomor rekening bank, gambar atau 3-4 ilustrasi yang mendukung – boleh lukisan karya sendiri atau ChatGPT. Kirim ke email golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com dengan subjek Cerpen Anak. Ayo, ditunggu. Silakan dikirim. Edisi perdana 7 Juni 2025. Jangan sampai ketinggalan.



