Seketika hidup anjing itu jadi enak, jauh lebih enak darinya. Meski akhir cerita dari cerpen ini agak bisa ditebak dan agak kurang logis, tapi ini masih termaafkan, karena hal yang ingin dinyatakan penulis bisa dipahami oleh pembaca.

Dari kisah ini kita bisa melihat gaya hidup para crazy rich yang memang selalu menghambur-hamburkan cuan demi kelas sosial yang didapatkannya. Kita juga bisa melihat bagaimana orang-orang melarat yang hidupnya terus-menerus melarat, kalah jauh dari para hewan peliharan orang-orang kaya.

Yang mungkin kita sepakati dari cerpen ini ialah keberpihakan penulis pada nasib orang-orang melarat itu. Kenapa orang kaya lebih memilih lebih banyak menghabiskan uang mereka demi gaya hidup ketimbang menolong sesama manusia yang jelas-jelas membutuhkan? Mungkin itu pilihan. Merawat hewan lebih baik daripada menolong manusia miskin. Mungkin.
Ardian Je – Pendiri Rumah Baca Bojonegara, Kabupaten Serang

