
Penulis mengaitkan korupsi dalam kehidupan sehari-hari seorang Kismin yang miskin. Diksi yang “apa adanya” menimbulkan majas yang simbolik ketika rasa bersalah itu dilukiskan penulis dalam bentuk “tumbal” kepada anak Kismin.
Penulis adalah Ketua Forum Lingkar Pena Lebak, memiliki potensi untuk terus menelorkan karya terbaiknya. Kampung halaman Lebak dengan dengan segala pernak-pernik kehidupannya: klenik, patronik, pesantren, kemiskinan, pendidikan yang tertinggal, poligami, adalah harta karun untuk diolah jadi fiksi.
Selamat, Lilo! (Gol A Gong)
Halaman: 1 2

