Saya membawa koper, 1 dus buku untuk doorprize, dan 1 ransel di punggung berisi laptop dan alat-alat keperluan laki-laki. Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, saya kebingungan. Bus DAMRI tadi berhenti di bawah. Kata supir, kalau pagi di bawah.

Saya segera mencari lift. Dengan bawaan seperti itu agak repot, tapi tetap bisa diatasi. Setelah sampai di Gate 3, saya mencari-cari troli. Tiba-tiba saya tertarik melihat seorang lelaki berseragam kebiruan dengan troli di sebelahnya.


Siapa lelaki itu? Saya dekati. Namanya Budiman. Baru dua bulan bekerja. Saya bertanya, “Apakah Mas ini porter?” Dia mengangguk.


