Kali ini saya mengalami hampir dua kali kegiatan proses pemakaman untuk orang yang meninggal, dulu waktu kakek atau bapak kolot yang tinggal di baduy meninggal dan kali ini saat nenek saya yang biasanya saya panggil Ambu meninggal dunia. Selama 7 hari saya tinggal di baduy dan langsung menyaksikan serta melihat kegiatan yang dilakukan, secara pribadi saya sangat terkesan dengan apa yang dilakukan oleh mereka. Karena secara keyakinan Mereka berpegang teguh kepada ajaran nenek moyang, termasuk bagaimana memperlakukan warga mereka yang meninggal. Namun hal Ini dilakukan secara baik sebagai upaya agar raga yang pergi meninggalkan dunia bisa sampai ke sisi Tuhan secara sempurna.

Salah satu yang membuat saya terkesan ada tradisi Congcot, kalau saya melihat tradisi ini merupakan bentuk seserahan atau sedekah yang diniatkan untuk orang yang meninggal yang diberikan kepada sesepuh kampung dan orang-orang yang membantu selama proses pemakamannya yang berlangsung selama 7 hari tersebut, congcot untuk yang meninggal diberikan pada hari ketujuh, hampir semua prosesi dilakukan dari hari pertama sampai hari ke tujuh dilakukan pada waktu pagi hari, sebelum para warga pergi ke huma atau ladang.

Congcot terdiri dari dua jenis, ada yang disebut Congcot Bear (beras mentah) dengan berbentuk beras huma yang dibungkus, ada juga Congcot Pengkel (beras yang sudah matang) berupa nasi, yang diikat menggunakan daun aren atau kawung orang baduy menyebutnya. Selain itu ada juga di isi dengan tambahan lainya disesuaikan dengan musyawarah para sesepuh dan keluarga yang meninggal, waktu itu saya melihat ada yang ditambah dengan kain khas baduy, ada uang dan juga lauk pauk lainnya yang di ikat dan ditempelkan pada congcot yang disiapkan sehingga ikatan-ikatan itu menjadi satu.

Setelah itu pada pagi harinya Congcot itu dibagikan dan diatur oleh Palawari (petugas) yang mengurusi proses kegiatan tersebut, dibagikan kepada seluruh sesepuh yang hadir, para palawari dan juga ibu-ibu yang mengurusi orang yang meninggalnya dari yang memandikan, memasak dan urusan lainnya.


