Dari Gempa Literasi ke Safari Literasi Duta Baca Indonesia

Semua berdasarkan pengalaman masa kecil saya. Setelah tangan kiri saya diamputasi, 1974, orangtua saya menyediakan perpustakaan di rumah, menyuruh saya bercerita di depan saudara atau teman-teman kecil, menggambar, ikut pameran lukis, membuat komik, membuat sandiwara radio, berdiskusi, ikut pelatihan, membuat wayang dari kertas, traveling mengenal daerah lain…

Setelah dewasa saya membuat konsep yang dinamakan “Gempa Literasi”. Ada 8 kegiatan di dalamnya, yang juga saya terapkan di Rumah Dunia berupa :

Orasi Literasi Rumah Dunia

1. Orasi Literasi , biasanya Jumat malam, sekarang Sabtu sore
2. Pertunjukkan seni (baca puisi, teater), hampir setiap minggu
3. Aneka Lomba Literasi, menggambar, menulis.
4. Pelatihan, menulis, IT, tidak harus menulis, bisa apa saja.
5. Diskusi; poleksosbudhankam.
6. Penerbitan, menerbitkan dan mendiskusikannya.
7. Pameran lukisan dan buku
8. Traveling; setiap relawan diberi kesempatan untuk keluar dari Rumah Dunia.

Setelah itu, semua diserahkan kepada masing-masing pribadinya. Ada banyak yang mengambil manfaat, sedikit yang gagal karena sesuatu hal.

Saat saya ditetapkan jadi Duta Baca Indonesia 2021-2025, konsep ini saya jadikan program unggulan. Saya mulai pada Januari – April 2023, ditemani Rudi Rustiadi, Daniel Mahendra, dan Djoe Taufik, menyusuri Jawa-Bali-NTB-NTT.

Tetap semangat

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==