Pernah gak sih nonton K-Drama terus ngebayangin jalanan di Seoul yang bersih, sambil merhatiin plang-plang toko dengan tulisan Hangeul (alphabet bahasa korea)? Aku juga dulu gitu, cuma bisa lihat dari layar sambil ngebatin, “kapan ya bisa ke sana?”. Sampai akhirnya, 2 tahun lalu aku beneran menginjakkan kaki di Korea Selatan untuk pertama kalinya.


Begitu pesawat Asiana Airlines yang aku tumpangi mendarat di Bandara Incheon, udara dingin di sana langsung nyerang wajahku. Asli, nyelekit gitu, dinginnya tuh nusuk ke wajah! Tapi untungnya gak kerasa ke badanku karena aku udah siap-siap pakai jaket tebal.




Dari bandara, aku langsung naik travel bersama beberapa teman setrip menuju hotel. Sepanjang jalan, rasanya masih gak nyangka kalau akhirnya aku beneran ada di Korea Selatan.
Yang membuat aku gak percaya akhirnya aku ada di Korea tuh plang-plang toko di pinggir jalan. Semua toko namanya ditulis pakai Hangeul (한글), bukan alfabet abc yang biasa aku lihat di Indonesia. Sepanjang jalan aku amaze dengan hal itu, karena biasanya kan cuma ngeliat ini di K-Drama, eh saat itu ada di depan mata.



Rasanya kayak bohongan aja, kayak masuk ke dunia yang selama ini cuma bisa ditonton di layar. Setiap melewati jalan besar, aku juga otomatis celingak-celinguk, masih menciba menyerap semua yang ada di sekitar, haha.
Jalanan di Seoul juga bersih banget. Dan yang bikin beda dari Indonesia, di Seoul jarang banget lihat orang naik motor. Kalau ada juga paling driver delivery yang bawa box penyimpanan di belakang motornya. Sisanya? Orang-orang lebih banyak jalan kaki atau naik transportasi umum.


Mungkin salah satu alasan kenapa udara di Seoul lebih bersih adalah karena masyarakatnya lebih banyak jalan kaki atau naik transportasi umum.
Trotoarnya juga nyaman, transportasinya juga tertata rapi, jadi mereka gak terlalu bergantung sama kendaraan pribadi. Coba kalau di Indonesia juga begitu, pasti polusi bisa berkurang.
*) Natasha Harris, mahasiswa Pendidikan Bahasa Korea, UPI Bandung



