Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa mengingatkan tantangan era digital harus disikapi dengan adaptif. “Ketika berbicara digital tentu yang mesti dikuatkan adalah pemahaman tentang bagaimana menggunakan teknologi digital dengan tepat. Baik dari segi skill, safety, etika, dan budayanya,” ucap Gede saat memberi sambutan.

Pada kesempatan itu Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng juga mengukuhkan Bunda Literasi Kabupaten Buleleng, Paramita Lihadnyana, serta bunda literasi tingakt kecamatan dan desa juga Duta Baca tinggkat Pelajar. Gede mengakui kehadiran bunda literasi adalah semata-mata untuk meminimalisir efek buruk dari penggunaan teknologi informasi digital.

Acara bincang-bincang membahas seputar strategi meningkatkan budaya baca di Buleleng dan menulis. Acara diisi oleh Kadek Sonia Piscayanti dari Komunitas Mahima, Duta Baca Kabupaten Buleleng Putu Sukedana, dan Putu Arya Nugraha seorang penulis yang berprofesi sebagai dokter.

Mereka sepakat bahwa literasi bukan hanya skill tetapi juga upaya berkontribusi kepada masyarakat. Utamanya dalam aspek pengetahuan. Orang yang literat harus mau membagikan kembali pengetahuannya yang diperoleh dari membaca kepada masayarakat yang belum memiliki kesempatan mendapatkan pengetahuan dari aktivitas membaca.

Dalam laporan kegiatan, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Buleleng, Made Era Oktarini mengatakan peserta kegiatan ini berjumlah 200 orang yang terdiri dari pustakawan, guru, pelajar, mahasiswa, serta organisasi perangkat daerah di kabupaten Buleleng. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui YouTube. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini indeks literasi masyarakat kabupaten buleleng bisa terus meningkat.



