Di Kampung Gelingseng, Saung Baca Kragilan Digerakkan oleh Perempuan Hebat Elis Karwati Sri Mulyani

Berawal dari sana, ia ingin melakukan sesuatu. Mimpinya ingin membuat gerakan yang bermanfaat bagi anak-anak dan lingkungan di Kampung Gelingseng, Desa Pamatang, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang-Banten. Dengan memanfaatkan saung yang ada (saung yang biasa digunakan sebagai pos ronda), Elis merangkul anak-anak agar gemar membaca dan pelan-pelan mengurangi candu gawai.

Awalnya ia melihat Rumah Baca Al Hidayah, saat mahasiswa S1 jurusan Konseling UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama satu bulan di Cianjur pada Agustus 2020 lalu.

“Jadi waktu itu Elis pengabdian ikut ke organisasi Unit Pengembangan Tilawatil Quran (UPTQ), berkegiatan di daerah Cianjur Selatan. Disana Elis lihat ada yang unik, ada satu rumah yang dihuni oleh satu orang pemuda dan adik laki-lakinya. Rumah itu, isinya setiap sudut ruangan dan dinding rumah isinya rak-rak buku dengan berbagai macam buku bacaan, selayaknya perpustakaan yang berbentuk rumah,” cerita Elis kepada wartawan, Selasa (2/8/2022).

Rumah Baca Al Hidayah itu, Elis melanjutkan cerita, di ruang tamunya diisi oleh ruang podcast, kelas dan music, seperti ruang studio, dan semua berhak masuk. Setiap hari Minggu berkegiatan belajar bersama dan banyak program menarik lainnya, seperti menyebarkan buku dengan memasang rak tempel menggunakan bambu di tempat-tempat umum, seperti halte, puskesmas, balai desa, atau kecamatan.

“Inspirasi saya lebih ke rumah yang dijadikan perpus dan pojok baca. Elis jadi kepikiran untuk membuat hal yang sama di kampung halaman. Kebetulan Elis lihat ada saung di depan rumah yang dulunya berfungsi sebagai pos ronda, Elis sulap jadi perpustakaan. Jadi memanfaatkan apa yang ada,” jelas perempuan bercadar ini.

Penyuka buku-buku bergendre psikologi, motivasi dan agama ini mengaku pada 12 September 2020 TBM Saung Baca Kragilan akhirnya diresmikan. Kegiatan di Saung Baca Kragilan antara lain rutinitas belajar materi umum, bahasa, dan agama, belajar baca, makan bareng, jumat berbagi, event tertentu seperti peringatan HUT RI, milad, olahraga pagi, main tradisional, dan lain-lain.

Dari banyaknya TBM yang tumbuh di Kabupaten Serang dan sekitarnya, diakui Elis, Saung Baca Kragilan lebih memilih fokus mengajarkan bahasa asing arab dan inggris, serta belajar baca. “Elis mencoba menilik sisi psikologi pada anak-anak juga, selalu  dibalut permainan and have fun, dan memberi pendidikan pada orangtuanya melalui sosialisasi parenting,” kata anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan Didi. S (50) dan Dede Jasinah (44) ini.

Hingga saat ini, di Saung Baca Kragilan memiliki 30 relawan. Elis mempunyai mimpi, kedepannya, masing-masing individu baik orangtua atau anak-anak memiliki semangat berpendidikan dan bersosial yang tinggi, agar tercipta solidaritas dan aktivitas-aktivitas yang positif.

Sepanjang Elis menggerakkan Saung Baca Kragilan, banyak cerita yang menarik dan lucu. Itu semua ada, diakui Elis ketika bisa bersahabat dengan anak-anak, melihat kebahagiaan mereka, dan menjembatani apa yang mereka sukai.

“Pernah kami undang mobil multimedia untuk nonton film, anak-anak semuanya udah stay, mobil dan lainnya, ternyata hujan turun, seketika lapangan yang kita gunakan berlumpur yang lengket, dan itu justru membuat mereka happy bermain dengan lumpur sampai banyak drama anak-anak yang akhirnya nangis, terpeleset, dan sebagainya,” cerita Elis.

Saat ditanya bagaimana support dari masyarakat, Elis mengaku supportnya luar biasa. Masyarakat sekitar sangat mendukung kegiatan Saung Baca Kragilan.

“Makanya setiap kali Saung Baca Kragilan menggelar acara, selalu ramai oleh masyarakat, ketika diundang untuk sosialisasi parenting orangtua, mereka hadir semua bahkan yang tidak diundang pun datang. Ada juga yang sengaja orangtua datang untuk mendaftrakan anaknya sekolah di Saung Baca Kragilan, sampai menanyakan berapa biaya masuknya. Saya bilang saja di sini gratis!” Paprnya.

Lantas bagaimana support dari pemerintah? Adakah? Elis mengaku tak begitu paham, mungkin ia yang sepertinya kurang memperkenalkan pada mereka. “Atau mereka yang pura-pura tidak tahu? Entahlah. Support hanya sekadar ucapan saja dari pihak desa dan RT, buktinya problem kami saat ini adalah perihal saung yang mau roboh, tapi tidak ada tanggapan apapun dari mereka,” curhat Elis.

Ia mengaku, untuk saat ini dengan Saung Baca Kragilan miliknya ia punya target. “Kami ingin menyebarkan kebaikan lewat saung baca dan terbentuk seribu saung baca di setiap daerah dengan memanfaatkan saung-saung yang ada di masyarakat,” pungkasnya. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==