Diskusi Kafe Teras Bamboo tentang Peran Masyarakat Banten dalam Kemerdekaan Indonesia

Friska Sepyanti Lintang, Ketua Center of Strategic Data mengatakan dipilihnya tema pada acara Teras Dialog yang pertama ini karena masih dalam suasana bulan Agustus, bulan kemerdekaan, dan ingin mengingatkan kembali perjuangan masyarakat Banten selama masa penjajahan.

“Selain itu, saya merasa masing sangat sedikit narasi-narasi orang Banten membantu kemerdekaan Indonesia. Maka diskusi-diskusi seperti ini harus terus diagendakan. Kedepan ketika ada forum seperti ini dapat, semua yang hadir hari ini saya harapkan bisa kembali hadir,” ungkap Friska.

Dalam dialog yang dilaksanakan setelah Asar itu, Embay mengungkapkan bahwa sifat orang Banten itu lugas, tegas, dan berani. Masyarakat Banten memiliki sikap yang tegas terhadap penjajah.

“Saat Daendels meminta Kesultanan Banten untuk mengirimkan tenaga kerja paksa untuk membuat pelabuhan di Banten Selatan. Jawaban dari Kesultanan adalah kepala delegsi yang dikirimkan Daendels. Waktu itu sultam masih kecil, diwakilkan oleh Mangku Bumi, dipancunglah kepala orang yang didelegasikan itu,” ungkap Embay.

Hal serupa diungkapkan Babay, ia mengatakan bahwa peran masyarakat Banten dalam kemerdekaan Indonesia sangat besar.

“Tidak ada yang bisa menyangkal itu. Maka saya era reformasi, kami mendesak agar Banten menjadi provinsi, agar nama Banten bisa terus dikenal. Jika tidak maka Banten hanya akan dikenal bagian kecil dari Kota Serang, padahal Banten pada masa Kesultanan memiliki kekuasaan hingga Palembang dan perbatasan Cirebon,” ungkap Babay. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==