Safari Literasi Pantura adalah cara saya sebagai Duta Baca Indonesia menyebarluaskan pentingnya membaca dan menulis. Jika ada yang bertanya, “Mana buktinya?” Saya dengan mudah mencontohkan diri sendiri.


Saya mulai rajin membaca dengan serius sejak tangan kiri saya diamputasi pada 1974 (kelas 4 SD). Itu cara Bapak menguatkan mnetal saya sebagai orang cacat agar tidak minder. Dan berhasil. Buku membuat saya berdaya.

Saya tidak minder dan hidup saya menyenangkan karena buku. Hingga hari ini saya sudah menulis 126 buku, mengunjungi 20 negara, dan jadi Duta Baca Indonesia 2021-2025 meneruskan perjuangan para pendahulu; Tantowi Yahya, Andi F Noya, dan Najwa Shihab.

Seperti biasa, ketika sesi bertanya, beberapa hadiah buku Connect The Dots karya Helmy Yahya mewarnai. Juga ada buku baru saya “I am A Survivor” (Epigraf, 2023).


Selepas makan siang di ruang guru, kami melanjutkan perjalanan menuju kota kedua, yaitu Tegal. Sampai jumpa, Kuningan. Terima kasih Vera Verawati, Nita Juanita, Zeze Zainal Abidin, dan Imam Fauzi. Sampai jumpa lagi.

Gol A Gong
Duta Baca Indonesia
Berdaya dengan Buku



