Dalam program Duta Baca Masuk Sekolah, kegiatannya meliputi motivasi literasi, pelatih menulis, dan kuis literasi berhadiah buku. Siswa-siswi SD dan SMP Islam Terpadu Al-Itqon antusias mendengarkan Gol A Gong berbagi kisah hidupnya dan kampanye membaca dan menulis.
“Kelas 4 SD, Paman Gong jatuh dari pohon ketika main tentara-tentaraan di Alun-alun Kota Serang. Tangan Paman Gong membusuk dan harus merelakan tangan kiri. Emak menyuruh melakukan 3 hal supaya tidak minder, membaca buku, berlatih badminton dan mendengarkan dongeng,” ujar Gol A Gong di hadapan siswa-siswi SIT Al-Itqon Balaraja.

“Hasilnya bukan hanya tidak minder, tapi Paman Gong dapat hadiah dari melakukan itu. Di Badminton menyabet medali emas di Asian Para Games di Jepang tahun 1989, karena membaca juga Paman Gong diberi hadiah bisa menulis 130 buku dan menjadi Duta Baca Indonesia,” tambahnya.
Kepala Sekolah SMPIT Al-Itqon 2, Muhammad Habibi, S.pd mengatakan kegiatan Duta Baca Masuk Sekolah ini sangat bermanfaat dan dapat meningkatkan minat dan kemampuan literasi siswa.
“Jika kalian ingin melihat dunia, maka baca lah buku. Gunakan kesempatan hari ini untuk belajar bersama Duta Baca Indonesia. Setelah ini, akan ada juga pelatihan menulis bersama Duta Baca Indonesia,” ungkapnya.


Acara berlangsung antusias dari para pelajar, karena Duta Baca Indonesia menyiapkan doorprize berupa buku. Duta Baca Indonesia mengajukan beberapa pertanyaan tentang K-Pop dan pengetahuan umum seperti sejarah dan geografi kepada para pelajar. Jika ada yang bisa menjawab mendapatkan doorprize buku.
Setelah memberi motivasi literasi, Gol A Gong memberikan pelatihan menulis puisi kepada 50 siswa-siswi terpilih yang hasil dari pelatihannya akan dibukukan menjadi buku antologi oleh pihak sekolah.

Menurut Gol A Gong, ini adalah bentuk tanggung jawabnya dalam merespons hasil Kajian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) 2023 yang dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional, melalui Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca, pada bulan Oktober 2023 lalu yang menunjukkan bahwa provinsi Banten tidak masuk ke dalam 10 Provinsi teratas dalam Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat.




