Di depan 100-an siswa-siswi SMP 1 Moyo Utara, Duta Baca Indonesia menceritakan perjalanan hidupnya dari semasa anak-anak hingga dewasa, dan menjadi Duta Baca Indonesia, menggantikan Najwa Shihab. Ia mengungkapkan bahwa amanah menjadi Duta Baca Indonesia adalah hasil dari kebiasaannya membaca buku.

“Sejak kelas lima SD, waktu tangan saya diamputasi, ayah menyuruh saya untuk membaca, berolahraga, dan mendengarkan dongeng. Setelah dewasa saya mendapatkan manfaatnya; saya sudah menulis 125 buku, dan diminta oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menjadi Duta Baca Indonesia, semua itu karena kebiasaan saya membaca sejak kecil, bukan hasil nyogok Perpustakaan Nasional,” ungkap Duta Baca Indonesia.

Rahmawati Ibrahim, guru TK PGRI Sangkar Moyo yang mengikuti acara itu mengatakan dirinya sangat terharu dengan cerita yang di sampaikan Duta Baca Indonesia. Selain itu ia juga bahagia karena dapat brtemu langsung dengan sosok Duta Baca Indonesia. “Rasa terharu saya sangat luar biasa, semoga beliau panjang umur dan sehat selalu, dan kita bisa bertemu kembali di acara yang lain,” ungkap Rahmawati.

Sementara itu Kepala SMP 1 Moyo Utara, Jabir mengaku sangat bangga dan bahagia dengan kedatangan Duta Baca Indonesia ke sekolahnya. Ia yakin siswa-siswi dan dewan guru SMP 1 Moyo mendapatkan banyak inspirasi dari cerita yang disampaikan Duta Baca Indonesia.

Jabir juga menjelaskan untuk menyebut kedatangan Duta Baca Indonesia, ia menyiapkan penampilan, pembacaan cerita Bahasa Samawa, pembacaan puisi, dan pidato dalam Bahasa Samawa yang dibawakan oleh murid-muridnya. Acara siang itu kemudian ditutup dengan foto bersama dewan guru dan siswa-siswi SMP 1 Moyo Utara. Turut hadir menemani Duta Baca Indonesia adalah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB , Tri Budiprayitno.*




