Namun, saya seperti merasa kenal dekat dengan Emak. Saya begitu menghormati beliau. Wajah tuanya tampak teduh, tulus, dan selalu tersenyum. Setiap kali melihat Emak, saya teringat ibu saya yang sudah tiada. Saya mendengar cerita tentang Emak tentu saja dari anaknya, Mas Golagong Penulis.

Emak Gol A Gong/Foto Indra Kesuma

Setelah membaca buku Gong Smash, saya semakin mengagumi Emak. Keberhasilan Mas Gong, hebat! Tetapi menurut saya, orang tua Mas Gong, lebih hebat! Hati saya berdesir, mata saya berkaca-kaca saat membayangkan bagaimana usaha orang tua, perlakuan dan motivasi yang diberikan kepada Mas Gong saat tangan kirinya harus diamputasi.

Hey! Dengar! Mas Gong bisa tumbuh ceria dengan rasa percaya diri yang kuat: kehilangan satu tangan, hanya dianggap sebagai kehilangan beberapa kilo daging saja! Sesantai itu, luar biasa!

Ah, saya tidak tahu apakah Emak menangis sepanjang malam, kala itu. Yang pasti, ada doa yang dilangitkan Emak dan mendidik dengan kesabaran serta kasih sayang yang utuh bagi anak-anaknya, hingga meraih keberhasilan seperti sekarang.

Selasa malam, 19 Juli 2022, mata saya kembali berkaca-kaca, membaca berita tentang Emak yang berpulang. Saya membayangkan betapa sedihnya Mas Gong, kehilangan orang yang begitu ia cintai dan tidak berada di sampingnya saat ajal menjemput. Mas Gong sedang bertugas di Maluku.

Emak, perempuan dan ibu yang hebat, serta menginspirasi. Selamat jalan menuju surgamu, Mak. InshaAllah husnul khotimah.

Innalillahi wainna ilaihirojiuun ….

Jauza Imani

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==