Encep Saefullah Pilih Jadi TeacherPreneur, Pernah Untung Hingga 30 Juta

Sejak 2014, Encep tercatat sebagai guru di SMK Al-Bana Kota Serang. Sekolah ini berada di Kampung Cipunduh, Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan. Encep sudah mengabdi pada dunia pendidikan sekitar delapan tahun.

“Sejujurnya menjadi guru bukan cita-cita saya. Awalnya saya di sekolah hanya membantu saja. Sambil menunggu panggilan kerja di Jakarta. Saya melamar di bagian humas, sesuai bidang keilmuan (komunikasi-red) saat S1. Tapi tak kunjung ada panggilan dari Jakarta. Akhirnya saya merasa nyaman mengajar sampai sekarang. Setahun kemudian, saya diangkat jadi wakil kepala sekolah bagian kurikulum,” kata Encep, Senin (8/8/2022).

Encep mengaku, seiring waktu akhirnya ia menikmati dunia pendidikan. Ia tetap bisa memanfaatkan ilmu komunikasinya  untuk mengajar.

“Jadi ilmu komunikasinya untuk ‘mempengaruhi’ siswa agar bisa merubah prilakunya. Ternyata bisa diterapkan di sekolah. Misalnya saat saya menyampaikan pengetahuan agama kepada siswa yang tujuannya merubah prilaku siswa yang tadinya ga tau menjadi tau, yang tadinya belum paham jadi paham, yang tadinya prilakunya buruk jadi baik,” ujar suami dari Nadia (26) ini.

Selain mengajar di SMK Al-Bana, Encep juga mengajar pada program pendidikan kesetaraan paket A, B dan C di PKBM Insan Madani Kota Serang, yang berlokasi di Kampung Sepring, Kelurahan Pancur, Taktakan. “Kalau di PKBM ngajarnya setiap hari Minggu pagi hingga siang saja. Di sini ngajar sejak tahun 2015,” jelas Encep.

Encep sadar, honor menjadi guru tidaklah banyak. Tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Honor guru per bulannya kisaran Rp.300.000,- hingga Rp.500.000,- itu juga cairnya kadang per tiga bulan sekali. Kalau di PKBM perhari Rp.100.000,-,” jelasnya yang berharap pemerintah bisa menaikkan gaji guru setara dengan UMR.

Untuk itu Encep mencari penghasilan tambahan dengan menjadi pengusaha. Selain mengajar, Encep juga bekerja di CV Safira Mandiri yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa. Target pasarnya seperti sekolah, kantor, instansi, klinik dan lain-lain.

“Saya bekerja di CV Safira Mandiri sejak 2018 akhir, bagian pemasaran. Alhamdulillah di Kota Serang saya sudah menjalin kerjasama dengan 150-an sekolah dan kantor. Sisanya ada di luar Kota Serang,” jelas ayah dari satu anak ini.

Encep menjelaskan bekerja di CV Safira Mandiri honornya tergantung dari penjualan. Dengan siatem bagi hasil. “Bagi hasil di sini, adalah penghasilan saya dapat dari sisa hasil usaha (SHU) barang yang dijual. Dalam satu minggu saya pernah mendapatkan penghasilan Rp.5.000.000,- hingga Rp.10.000.000,-,” paparnya.

Encep mengaku, saat Pandemi, dirinya kebanjiran order barang-barang seperi meja, kursi, papan tulis dan lain-lain. Pendapatannya jadi meningkat. “Saat Pandemi saya pernah dapat keuntungan bersih hingga Rp.30.000.000,-. Alhamdulillah dari uang itu saya bisa membangun rumah dan membeli perlengkapan rumah,” jelasnya.

Encep mengaku dirinya senang berada di dunia bisnis ini, karena ilmu komunikasi yang dipelajarinya saat di kampus terasa sekali. “Terutama saat negosiasi dengan orang. Berbicara dengan orang-orang dan mempengaruhi orang itu terasa sekali. Karena sering silahturahmi, jadi banyak kenal dengan orang dan peluang rizki jadi bertambah,” paparnya.

Encep bercerita tentang suka-duka di dunia marketing. Yang pertama katanya, kita harus selalu siap saat ditolak. “Jika ditolak, sikap kitanya harus tahan banting. Datangi lagi. Kadang saya sampai enam kali datang ke sekolah. Terus aja. Sekali mungkin ditolak, lama-lama jadi kenal dan akhirnya pesan juga,” pungkasnya. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==