Di tengah menjahit dan akan memasuki tahap pasang kerah, aku jadi senewen. Kupikir harus pindah urusan dulu, biar tuntas hajat orang banyak. Jadilah aku buka laptop dan otak-atik RAB. Sebenarnya tinggal sedikit lagi, cuma harus cari bahasa yang “aman” secara laporannya nanti.
Masya Allah, tabarakallah. Alhamdulillah selesai tidak lama. Bismillah, kukirim ke e-mail relawan untuk diteruskan ke grup WhatsApp. Sedangkan aku balik lagi ke mesin jahit dan memulai bagian yang paling sulit karena menuntut kerapian jahitan. Apalagi aku dihantui drama sebelumnya, jadi agak trauma kalau kerah yang ini pun bermasalah.

Bismillah, dimulai dulu, kalau bermasalah ya nanti potong kain lagi untuk kerah baru. Aku lanjut mengepaskan kerah dengan hati-hati. Alhamdulillah, pas banget! Masya Allah. Maha suci Allah yang sudah memberi ilmu dan ilham pada pembuat pola kemeja yang kubeli ini. Sangat memudahkan orang seperti aku yang malas membuat pola sendiri. Hihihi.
Alhamdulillah jadi juga kemeja buat hubby. Tinggal membuat lubang kancing di atas tempat kancing yang mulus pembuatannya, no drama-drama. Kemulusan ini karena aku menjahit sambil menonton vlog terkait. Wkwkwk. Masya Allah.
Ternyata ada drama juga, gais. Lubang kancing yang kubuat tak sebagus kemeja-kemeja sebelumnya. Aku harus membongkarnya dan berniat menjahit ulang. Demi melihat tempat kancing yang susah payah kubuat, rasanya sayang kalau lubang kancingnya gagal lagi. Mana jahitan yang kubuka menyisakan lubang-lubang kecil bekas jarum jahit. Hiks.
Akhirnya kutandai dengan jarum pentul, besok minta tolong ke penjahit yang ahli saja untuk membuatnya. ![]()
Alhamdulillah kekhawatiranku gak terjadi. Kerah baju tepat seperti ukurannya. Dengan demikian pikiran dan hatiku lebih tenang setelah memastikan kerah kemeja aman-aman saja.
Tapi… Masih ada dua kain lagi hang dipotong dengan pola sama. Bagaimana nasibnya, ya? ![]()



