Para penyanyi atau yang melagukannya pun rata-rata sudah lansia tapi jangan tanya semangat mereka, sungguh luar biasa. Dari nyanyian -nyanyian sepanjang mengantarkan itu, kita seolah diajak ke masa silam yang indah dan bahagia. Sebuah kegembiraan masyarakat menyambut sebuah Festival atau perayaaan sebuah pesta.

Sesampainya di pintu masuk lokasi festival, para tetamu disambut dengan sapaan adat oleh warga sekitar. Setelah para tamu kehormatan duduk di bangku yang telah disiapkan panitia, di panggung telah ada kelompok musik asal Solor, bernama Geleda Wato Nerin, yang personilnya juga rata-rata lansia.

Lagu-lagunya yang sangat menghibur seperti sebuah kenangan yang enggan untuk di lupakan. Dari sajian-sajian yang ada, kita seolah di bawah ke masa lalu Solor yang indah penuh sejarah.

Dalam wawancara singkat dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Flores Timur, Rin Riberu mengatakan, “Festival-festival yang bertumbuh dari masyarakat adalah sesuatu yang juga didorong oleh Menteri Pariwisata Sadiaga Uno.”

Flores Timur sedang bergerak ke arah itu. Festival-festival yang diinisiasi masyarakat tumbuh menjamur di Flores Timur dan berdampak langsung secara ekonomi.



