Contohnya saat Ucup, salah satu tokoh utama di filmnya bilang ‘fucked up’ di situasi genting ketika misi pertama mereka (mencuri lukisan Raden Saleh dengan judul Penangkapan Diponogoro) berakhir kejar-kejaran dengan polisi. Menurut saya itu terdengar aneh, kayak terlalu gen z.

Lalu next scenenya beberapa dapat ditebak. Contohnya kejadian yang memasuki akhir film, ketika bapaknya Piko kembali merebut lukisan yang dikiranya lukisan Penangkapan Diponogoro, tapi ternyata lukisan itu ada di mobil komplotan Piko satunya.
Tetap hats off untuk sutradara Angga Dwimas Sasongko. Pemain yang dipilih berhasil meranin tokohnya dengan baik. Sesuai. Terutama Umay Sahab dan Rachel Amanda.

Mereka berdua yang paling menguasai panggung menurut saya. Piko dan Iqbaal saling melengkapi, karena sama-sama mahir dalam bidang seni. Dan aktingnya iqbaal juga makin terbukti baik.
Scene Aghniny Haque sebagai Sarah saat melawan pelecehan yang ditimpanya untuk memperlancar misi komplotannya menegangkan banget. Lalu Ari Irham, di film ini kelihatan improved akting skillnya.

Seisi cinema malam itu ekspresif sekali, membuat saya ingin nonton kembali..
“Bagus, film ini kayak suatu yang baru. Soalnya film Indonesia sejauh ini yang saya tonton tentang kisah cinta remaja, hehehe. Yang ramai ditonton juga yang kayak gitu di kalangan saya, remaja. Keren lah sutradaranya, bikin Indonesia makin keren.” Ucap Reza (17) salah satu penonton film Mencuri Raden Saleh. *

Foto-foto: Visinema Pictures/Internet


