Belakangan ini aku penasaran dengan konsep fine dining, tapi baru kali ini aku berkesempatan mencobanya di Kota Solo! Setelah scrolling TikTok, aku memutuskan untuk merasakan sendiri istimewanya konsep fine dining di cafe bernama Kale Locale. Buat yang belum tahu, Fine dining adalah gaya makan mewah dan formal yang disajikan di restoran fine dining. Restoran ini menawarkan pengalaman bersantap yang istimewa dan eksklusif.


Tanggal 13 Januari 2025, aku secara dadakan memutuskan untuk reservasi dan mencoba pengalaman baru ini. Harga taxnya Rp 163 ribu perorang, terbilang cukup terjangkau untuk kelas fine dining. Kale Locale sudah terkenal dengan fine diningnya, tempatnya gampang dituju juga. Kale Locale terletak di sekitar Kampung Batik Laweyan, search aja di maps, mudah banget.
Aku tiba di Kale Locale sekitar pukul 4 sore, rintik gerimis menambah kesan romantis di lokasi. Suasananya sangat tenang dan cozy, rasanya kayak lagi ada di kota kecil yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Bunga-bunga juga memperindah tempatnya.
Baca tulisan Natasha Harris lainnya, klik di sini.


Setiap hidangan datang secara berurutan, mulai dari appetizer hingga dessert. Ada 5 makanan dan 2 minuman dalam set menu kali ini. Semuanya disajikan dengan penjelasan detail tentang bahan dan rasa oleh sang waiter.
Menu yang disajikan di Kale Locale sangat memukau sejak pandangan pertama. Setiap hidangan memiliki nama yang unik, dan bahan-bahan yang terkesan kreatif. Dengan perpaduan rasa lokal dan sentuhan modern, setiap hidangan terlihat mewah tanpa kehilangan identitas lokalnya. Kombinasi bahan-bahan seperti bumbu rujak, daun melinjo, hingga mousse ubi ungu menunjukkan bagaimana restoran ini memanfaatkan kekayaan bahan lokal menjadi sesuatu yang istimewa.


Salah satu hidangan favorit aku adalah snapper bumbu rujak. Hidangan ini terdiri dari ikan kakap yang lembut, acar bawang, sambal dabu-dabu, kentang hazelback, dan saus bumbu rujak yang menggenang di piring. Kombinasi ini terasa begitu pas, mulai dari keasaman sambal dabu-dabu, hingga tekstur renyah kentang yang melengkapi kelembutan ikan. Rasanya benar-benar segar di lidah.


Pengalaman fine dining di Kale Locale Kota Solo ini memberikan kesan yang sulit dilupakan. Aku merasa seperti dimanjakan. Padahal fine dining biasanya terasa berat di kantong, tapi Kale Locale menunjukkan bahwa pengalaman mewah bisa dinikmati dengan harga yang lebih bersahabat. Jadi bukti bahwa mewah tidak selalu berarti mahal. (*)
*) Natasha Harris, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Korea, UPI Bandung



