Gebrakan Ade Jaya Suryani Sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Publikasi UIN Banten yang Baru

Secara khusus wartawan golagongkreatif.com mewawancarai pemiliki nama pena Ibnu Adam Aviciena ini di ruang kerjanya, di Kampus UIN Banten, Jalan Jendral Ahmad Yani, Ciceri, Kota Serang, pada Rabu, (7/9/2022). Berikut kutipan wawancara dengan dosen UIN Banten lulusan S3 Univeritas Leiden, Belanda, yang juga pernah menjadi Presiden Rumah Dunia ke-3 ini.

Apa saja gebrakan untuk memajukan LP2M yang dilakukan Ade Jaya Suryani? Adakah yang baru?

Jadi kalau pertanyaannya apa yang baru, pertama di kepengurusan lama, itu jurnal yang merupakan tangggung jawab dari kepala pusat penelitian dan publikasi, sempat tidak terbit. Ada dua jurnal yang ditangani. Pertama Jurnal Alqalam, kedua jurnal Kawalu. Saya lupa yang mana, tapi yang satu tidak terbit selama satu tahun, yang satunya setengah tahun tidak terbit. Semestinya jurnal terbit setahun dua kali.

Nah, untuk mengatasi masalah itu, saya dan teman-teman membuat lomba menulis artikel untuk jurnal tersebut. Dengan hadiah yang lumayan. Itu diantaranya supaya kami punya bank data artikel karena terus terang saja setelah ada sistem rangking dari Kemendikbud, dari nomor satu paling tinggi sampai nomor enam paling bawah. Para peneliti atau penulis ingin menerbitkan di jurnal-jurnal terbaik, sementara di kita paling baik hanya rangking 2 atau 3. Jadi ini agak sulit memperolah artikel bagus, karena orang-orang juga ingin mengirim ke jurnal terbaik rangking satu. Nah diantaranya untuk mendapatkan artikel tersebut, harus mengadakan lomba, yang nanti akan dipilin 14 pemenang/tulisan untuk dua edisi. Dengan cara begitu, kami harap punya artikel baru dari beragam latar belakang dan bagus-bagus.

Ketika artikelnya bagus-bagus, untuk akreditasi itu diharapkan nilainya naik dari 3 ke 2. Sebetulnya di tingkat kampus kita, terhitung tertinggal. Di kampus lain banyak jumlahnya dan prestasinya bagus-bagus dengan rangking satu. Di kita jangankan yang rangking satu, ragking dua saja belum punya. Jadi butuh kerja keras dan mudah-mudahan, tahun depan rangking jurnal UIN Banten bisa ada di urutan satu atau dua. Tapi untuk mencapai rangking satu, sulit karena penulisnya harus dari beragam Negara dan beragam benua. Nah sekarang kalau jurnalnya saja tidak top, bagaimana para peneliti atau para penulis dari Negara asing mau mengirimkan artikelnya ke kita? Belum lagi sistem di kita itu misalkan jurnalnya masih susah diakses. Jadi untuk klik butuh satu menit buat nungguin. Bikin orang jenuh. Itu juga masalah yang belum bisa dibereskan. Sudah pernah rapat, tapi masih belum bisa dibereskan.

Selain jurnal, apa lagi kira-kira program yang dilakukan oleh Ade Jaya untuk LP2M?

Selanjutnya saya sudah membuat UIN Banten Press di bidang penerbitan. Dulu kan masih masing-masing fakultas, masing-masing lembaga punya penerbitan, tanpa proses seleksi bisa terbit saja. Nah, di UIN Banten Press ini ada tim seleksinya, ada Profesor Ilzam, Prof. Mufti Ali, Doktor Hudaeri, Pak Doktor Yanwar, kemudian ada tim lainnya. Sedangkan saya sebagai penanggung jawabnya. Jadi melalui penerbitan ini, kami ingin membranding kampus sebagai kampus yang punya perhatian ke akademik. Jadi yang diterbitkan diantaranya seri disertasi. Jadi kita mengumpulkan disertasi, kemudian didanai penerbitannya, direview oleh mereka supaya bagus, lalu dicetak bagus. Itu nantinya akan menjadi souvenir jika ada tamu dari luar kampus yang datang ke UIN Banten.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==