Andi menjadi salah satu pembentuk IKAPI Banten pada tahun 2017. Ia menjelaskan, “IKAPI Banten terbentuk pada tahun 2017 tapi SK nya terbit tahun 2020. Bayangkan, dari sejak provinsi ini berdiri. urusan buku dan distribusi buku baru dibuat dan dibentuk tahun 2020. kemudian, saat kita ingin melakukan banyak hal yang berkaitan tentang literasi, ini jadi pertanyaan Nasional,” paparnya.

Andi ingin, perayaan Hari Buku itu menjadi agenda rutin tahunan yang pelaksanaannya digilir ke setiap Provinsi. Di tahun 2021 hal itu bisa terwujud namun ia sulit meyakinkan kepada beberapa kolabolator untuk ikut serta dalam kegiatan Harbuknas.

“Waktu itu tidak semuanya lantas percaya. Karena kalau melihat kondisi. oke tokoh literasi banyak. Tapi, toko buku banyak yang tutup juga. Artinya industri buku nya juga banyak yang tidak berhasil,” ucap Andi.

“Nah ini menjadi sebuah challenge bagi kita dan akhirnya Harbuknas itu bisa dilaksanakan pertama kali di Banten yaitu di Untirta. Dan saat itu pun tidak mudah, karena keadaannya Kota Serang mengalami zona merah Covid-19. Perizinan pun tarik ulur. Tapi Alhamdulillah, Harbuknas 2021 bisa tercatat menjadi event dengan penjualan terbesar selama lima tahun di catatan IKAPI pusat,”

Saat ini Andi Suhud dan Tim Kreatif Fekraf Banten sedang bersiap-siap memulai event Harbukfes yang akan diadakan pada tanggal 13-19 Mei 2024.
“Kita akan menyelenggarakan Harbuknas versi Banten. Kita tunjukan bahwa dunia perbukuan dan dunia literasi di Banten ini ada. Dan bisa menjadi perhatian bersama. Jika kita lihat toko buku tutup, kemudian acaranya rame dan penjualannya bagus. Kenapa ini ga bisa jadi sebuah kebijakan baru soal literasi. Tapi hal itu tidak bisa dilakukan oleh satu unsur. Harus didukung pula orang unsur-unsur lain,” pungkasnya.



Maju terus perbukuan Banten!