Oleh Natasha Harris
Film terbaru Joko Anwar yang berjudul Ghost in the Cell bukan tontonan horor biasa sih. Film ini literally tamparan keras ke pemerintah. Di mana kehidupan di penjara pun tetap nggak lepas dari keserakahan manusia. Sipir bisa disuap, aturan bisa dibeli, orang jahat berduit tetap punya privilege even di balik jeruji.
Nggak fokus ke jumpscare atau penampakan setan yang monoton, Ghost in the Cell justru lebih condong ke gore-comedy dengan sentuhan satir yang nyentil banget ke kondisi sekarang.


Buatku, film ini kayak mau bilang bahwa yang lebih menyeramkan dari makhluk halus itu adalah manusia itu sendiri, di mana kontrol diri manusia hilang dan sistem hukum yang busuk sedalam-dalamnya.
Menurutku, ini yang bikin filmnya terasa relevan untuk ditonton di zaman sekarang.

Karena aku pribadi nggak terlalu suka sama film bergenre gore (jujur, selama nonton film aku nggak berhenti istighfar karena sadis banget..). Apalagi karakter yang dimainin Aming Sugandhi, serem banget. Tapi kuakui, eksekusinya keren sih!! Visual kematian mayat-mayatnya yang dibuat artistik itu benar-benar di luar dugaan. Ngeri banget tapi keren?

Overall, layak sih untuk ditonton, meskipun sadisnya nyadis banget ya.. Mungkin juga jokes satirnya nggak masuk di semua orang. Tapi kalau kamu suka nonton Lapor Pak!, bakal cocok deh—itu jokes-nya setipe sama film ini. Give it a try ajaa. (*)




