Gol A Gong Ajak Pelajar dan Mahasiswa Lebak Ciptakan Karya Sastra Baru

Lebak – Ratusan pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa memenuhi panggung utama depan Gedung Perpustakaan Saidjah Adinda pada Rabu, 12 November 2025. Mereka antusias mengikuti talkshow inspiratif dalam rangkaian Festival Literasi Kabupaten Lebak 2025, yang menghadirkan Duta Baca Indonesia Gol A Gong, Tias Tatanka (penulis cerita anak), serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak, Drs. Robert Candra, M.P.

Festival Literasi yang digelar sejak 10 hingga 14 November 2025 ini menjadi ajang tahunan yang mempertemukan para pegiat literasi, pelajar, dan masyarakat untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis di Bumi Multatuli.

Dalam sesi talkshow-nya, Gol A Gong membagikan kisah hidup yang penuh semangat dan inspirasi. Ia bercerita bagaimana membaca menjadi titik balik dalam hidupnya setelah kehilangan tangan saat duduk di bangku kelas 5 SD.

“Setelah tangan saya diamputasi, Emak menyuruh saya melakukan tiga hal: olahraga setelah subuh, membaca buku, dan mendengarkan dongeng sebelum tidur,” ujar Gol A Gong.

“Sekarang, Alhamdulillah, saya sudah menulis 130 buku dan dipercaya menjadi Duta Baca Indonesia,” tambahnya disambut tepuk tangan peserta.

Gol A Gong juga menantang generasi muda Lebak untuk tidak hanya mengenang Multatuli sebagai ikon sastra Rangkasbitung, tetapi melahirkan karya baru yang bisa menandingi bahkan melampauinya.

“Ketika orang datang ke Rangkasbitung jangan hanya ingat Multatuli. Kamu harus bisa membuat karya sastra yang lebih baik darinya. Biarkan Multatuli menjadi sejarah, kamu harus menciptakan sejarah baru,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak, Drs. Robert Candra, M.P., mengingatkan pentingnya literasi digital di era teknologi.

“Kalau ingin maju, banyaklah membaca. Sekarang kita masuk ke dunia digital, jadi manfaatkan handphone untuk meningkatkan literasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun gerakan literasi.

“Dinas Perpustakaan punya keterbatasan, karena itu kami terus mengajak pegiat literasi, komunitas, dan pihak lainnya untuk berkolaborasi,” tambahnya.

Tias Tatanka pun turut memberi motivasi agar anak muda memanfaatkan gadget sebagai alat produksi karya, bukan sekadar konsumsi hiburan.

“Gunakan gadget dengan baik, dengan tulisan yang membangun. Serang mereka dengan tulisan yang memberi manfaat. Kalau tidak bisa memanfaatkannya dengan baik, sayang banget,” pesannya.

Suasana talkshow berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Sepanjang acara, pemateri membagikan doorprize berupa buku dari majalah ISO, yang semakin menambah semangat peserta untuk terus membaca dan berkarya.

Festival Literasi Lebak 2025 menjadi ruang pertemuan ide dan inspirasi. Melalui lomba, pameran, dan diskusi, kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk menumbuhkan budaya literasi yang hidup dan berdaya di Kabupaten Lebak.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==