Acara dibuka dengan interaksi dan kuis dari Gol A Gong. Para peserta yang berani menjawab mendapatkan doorprize buku. Gol A Gong menjelaskan bahwa buku-buku tersebut merupakan donasi Perpusnas Press.
Pada kesempatan itu Duta Baca Indonesia menceritakan bagaimana proses ia suka membaca. Bermula dari peristiwa diamputasi tangan pada kelas 4 SD, lalu Gol A Gong diminta untuk melakukan 3 hal; membaca, berolahraga dan mendengarkan dongeng.

Ia juga menceritakan keempat anaknya yang sukses karena menekuni bahasa asing. Ia juga berpesan agar para siswa yang hadir dapat menguasai satu bahasa asing agar dapat berprestasi dan mendapatkan beasiswa di luar negeri.
Yanti Budiyanti, pengelola Rumah Baca Evergreen mengaku senang dengan kedatangan Gol A Gong ke Rumah Baca Evergreen untuk kesekian kalinya. Rumah Baca Evergreen merasa bersyukur mendapatkan ilmu dan kesempatan yang istimewa dari Duta Baca Indonesia. Yanti mengatakan jika ke Jambi, Gol A Gong selalu menyempatkan berbagi wawasan di Rumah Baca Evergreen.


Sesi kedua diselenggarakan bedah buku karya Daumi Rahmatika. Sebagai penulis ia berterima kasih kepada Rumah Baca Evergreen yang sudah menginisiasi acara ini. Ia merasa sangat bahagia dan bersyukur karya-karya tulisnya bisa diulas langsung oleh Duta Baca Indonesia.
Gol A Gong mengatakan pengalaman setiap orang berbeda-beda. Jadi menarik untuk dituliskan. Namun untuk menulis genre chiken shoup atau personal literatur harus ada yang ceria yang istimewa, agar nanti bisa menginspirasi pembaca.

Gol A Gong Ia juga menjelaskan cerita-cerita yang ditulis oleh Daumi, punya peluang untuk dikembangkan lebih dalam lagi. Cerita pengalaman Daumi menjadi seorang ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Dan itu bisa menginspirasinya pembaca.
Adapun buku-buku yang dibedah di anataranya: Kembali Bangkit (Indscript Creative: 2024), Pesan Untuk Anakku (Indscript Creative: 2024), Tak Berhenti Berjuang (Indscript Creative: 2024), Dewi Tanpa Mahkota (Alenia Publisher: 2024).





