Guru-guru SLB Negeri Magelang Belajar Menulis Puisi

Kelas Puisi diawali dengan pembacaan puisi oleh seorang guru. Hampir sama di mana-mana, puisi mereka masih di fase pertama, mencurahkan isi hati, belum bermain di simbol. Tidak apa. Saya membahasnya, “Tidak ada puisi yang jelek, karena setiap penyair memiliki pengalaman puitik yang berbeda.”

Saya menyebutnya puisi personal, penyair fase ini mencari diksi-diksi puitis kemudian menyusunnya menjadi baris-baris puisi dalam 1 bait. Rata-rata tipografinya memang puisi. Tidak apa-apa. Tetap itu pengalaman puitik. Hanya saja pencapaian estetiknya perlu ditingkatkan lagi.

Kelas puisi ini seru. Saya membacakan puisi fase pertama dan puisi yang sudah direvisinya. Ini puisi karya anak SMP di pulau Adonara, Flores Timur. Saya memberi pelatihan ke anak-anak SMP di sana. Ini puisinya:

IBU

Ibu, kau wanita perkasa
Kau adalah istri ayahku
Setiap aku sakit kau merawatku
Penuh kasih sayang

Ibu, kini kau telah tiada
Aku rindu kepadamu

Kemudian saya menyuruh si anak menyimbolkan ibunya dengan sebuah benda dan menyembunyikan maksud dari setiap barisnya dengan bahasa symbol. Inilah puisinya:

PAYUNG

Setiap hujan
aku memakai payung
Tadinya payungku ada dua
Kini setiap Minggu
aku pergi ke taman
menabur bunga

Kini payungku tinggal satu

Nah, begitulah pelajarn menulis puii dari saya. Para guru saya persilakan memilih cara menulisnya, sesuai dengan selera. Saya hanya mengingatkan kaidah puisi sesusungguhnya adalah makna berada di balik kata yang kita tulis, biarkan pembaca mengorek-ngoreknya sendiri.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==