Fema Priyanto sebagai Ketua Muda Mudi Pemuda Hindu Se-Kota Serang, Kota Cilegon, Kab. Lebak, Pandeglang, dan Anyer. menjelaskan bahwa, pawai ogoh-ogoh ini merupakan salah satu rangkaian acara sebelum masuk dalam perayaan Nyepi.
“ada beberapa rangkaia acara yang biasa dilakukan dalam merayakan Nyepi. salah satunya yaitu pawai ogoh-ogoh,” tuturnya.

para umat hindu yang berada di wilayah Kota Serang dan Sekitarnya telah melakukan ritual Melasti. yaitu menjalin hubungan baik dengan alam, hubungan baik dengan tuhan, dan hubungan baik dengan makhluk.
“beberapa hari kemarin telah dilakukan melasti. yaitu, menjalin hubungan baik dengan alam, dengan tuhan, dengan makhluk,” ucap Tari, yang merupakan anggota Muda Mudi Hindu.
“kita melakukan penyucian di Pantai Tanjung Pasir, Teluknaga, Tangerang. kemudian kita melakukan ritual Taur Agung yang disertai Ogoh-ogoh. itu hubungan baik dengan makhluk hidup. kemudian hubungan baik dengan tuhan, bisa kita lihat saat melakukan persembahyangan Nyepi atau pelaksanaan hari Raya Nyepi,” tambahnya.

Fema melanjutkan bahwa ogoh-ogoh ini memiliki makna tersirat yang harus kita ketahui. “Ogoh-ogoh ini melambangkan sifat buruk manusia ketika di dunia. kita analogikan bentuk rupa ogoh-ogoh ini sebagai tindak kejahatan. misalkan ada orang yang suka mencuri, maka tangannya ada yang panjang. kemudian ada yang mukanya hancur ini bisa bermakna seseorang yang bermuka dua atau munafik,” Fema menjelaskan.

Hal itu merupakan sifat yang tercela dan tak patut dicontoh, divisualisasikan dalam bentuk seni instalasi patung agar manusia bisa jera dan tidak melakukan kejahatan. Hingga kelak bisa berbuat lebih baik lagi ke depannya.



