Halida Hatta: Perpustakaan Harus Membuka Mata Batin Kita dan Mengajarkan Tentang kecakapan Hidup

Dra. Halida Nuriah Hatta, M.A. adalah bungsu dari tiga putri Proklamator Kemerdekaan RI dan Wakil Presiden Indonesia pertama, Mohammad Hatta dan istrinya Rahmi Hatta. Usianya 66 tahun tapi masih bersemangat mengurusi literasi.

Menerima buku ” Terug naar de grote Doerian ” dari penulisnya, Prof.Dr. Roel van der Veen di Kediaman Dubes Belanda di Jakarta, 5 Juli 2022.

Ketika ditanya tentang Perpustakaan di Idonesia, Bu Halida menjawab dengan antusias, “Perpustakaan di Indonesia harus menjadi tempat yang membuka wawasan. Kita tidak hanya pandai membaca, tapi juga membuka rasa. Jadi ketika membaca, batin juga ikut membaca.”

5 Juni 2022 di Borculo, Negeri Belanda. Menemui Dr. Willem Remmelink, yang menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Babad Tamah Jawi, dari tulisan asli Jawa Kuno. Bu Endang, paling kiri, istri Dr. Williem

Bagaimana dengan program Perpustakaan berbasis inklusi sosial?

“Sebaiknya kegiatan-kegiatan di perpustakaan mulai diarahkan ke kecakapan hidup seperti menyulam dan membatik,” jawabnya. “Dengan cara begitu, para pemustaka akan memiliki keterampilan untuk modal hodupnya nanti.”

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==