Hari Kedua Safari Literasi Aceh di Universitas Teuku Umar Meulaboh

Mobil terus menyusuri jalanan kota Meulaboh. Kota yang sedang tumbuh. Di pintu gerbang kampung UTU, kami berfoto-ria dan membuat video 1 menit untuk diunggah ke media sosial. Hal yang kemudian jadi lumrah di era digital ini. Siapa yang tidak beradaptasi dengan zaman, maka siap-siap tersingkir.

Kami bertemu dengan Rahmiyul, S.IP, Kepala UPT Perpustakaan Universitas Teuku Umar dan Sri Hardianty S.IP – Kepala Perpustakaan STAIN Meulaboh. Kami berdikusi sebentar tentang aturan penjurian. Ada 22 finalis Duta Baca Kampus yang duduk tegang menunggu waktu presentasi tiba. Saya tersenyum kepada mereka. Saya teringat keempat anak saya, yang seusia mereka.

Untuk mencairkan suasana, saya menyapa mereka dan mengajak untuk ber-selfie dan membuat video 1 menit. Kami bergembira melewati hari. Kami bermimpi bersama untuk Meulaboh maju dan Indonesa secara luas lewat literasi.

Satu pesatu maju dan presentasi di panggung. Mereka menggunakan power point, memaparkan segala macam strategi peningkatan budaya baca di kampus. Sungguh luar biasa bakat mereka sebagai calon Duta Baca Kampus. Mereka memiliki mimpi besar dalam hidupnya. Mereka bersemangat sebagai mahasiswa yang ingin sukses di masa depan.

Hingga pukul 18.00 lebih beberapa menit, peserta nomor 22 tampil menutup acara. Aula pun meriah dengan tepuk tangan. Seleksi belum usai. Masih ada 1 hari lagi, yaitu sesi menjawab 1 pertanyaan penting dari masing-masing juri.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==