Saya nggak akan membahas itu, saya hanya akan membagikan bagaimana saya menghibur diri. Tak harus jalan-jalan ke objek wisata yang aneh-aneh dan menguras kantong. Saya ke gang Rendah saja. Gang Rendah adalah pasar loak di kota Serang, menyediakan segala jenis barang bekas. Saya nongkrong dan ngobrol ngobrol dengan orang-orang di gang rendah saja sudah menjadi hiburan yang mengasyikkan. Bagaimana wong wong cilik begitu mudah tertawa dan bergembira menjalani hidup. Mereka pun mudah bersyukur.

Di gang rendah, biasanya saya mencari barang-barang antik, komponen atau speartpart elektronik yang rusak, pakaian, sepatu, hingga batu akik. Di gang rendah saya pernah beli setrika seken, sepatu kulit, dan emban batu akik yang dihadiahkan teman.

Kali ini saya nongkrong memerhatikan tukang service jam tangan. Sebut saja namanya bang Jos, karena saya lupa menanyakan namanya. Sebutan bang Jos karena ia kerap meminta tos sambil menyebut kata jos.

Saya begitu kagum atas penglihatannya yang awas dan tajam. Kita tahun komponen jam tangan sangat kecil, tapi beliau begitu cekatan memasangnya. Harga servisenya pun relatif murah. Untuk perbaikan mesin jam otomatis dikenakan 35rb, sedangkan ganti mesin manual hanya 25rb.


Bang Jos mengaku berkecimpung di dunia jam semenjak tahun 80-an. Ia pernah lama buka lapak di Poncol Jakarta, dan Tulang Bawang Lampung. Berbekal yang ia istilahkan dengan jual mata ia mengaku berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Prinsip hidupnya pun simpel, yang penting bersyukur. Ia yang mengalami pergantian hampir semua presiden Indonesia tak begitu terpengaruh dengan urusan politik. “Syukuri aja setiap pemimpin punya kelebihan dan kekurangannya. Kita fokus pada kemampuan yang kita punya. Kayak mamang nih dari dulu ‘jual mata'” ungkapnya sambil ngajak tos sambil bilang Joss.
Gimana, healingku simpel kan? Kalau healingmu seperti apa?



