Herman Kalagondang Kuncen Makam Buyut Kanjeng Dalem Kabupaten Serang Tidak Bisa Membaca

Akhir-akhir ini, saya memang sedang rajin mengumpulkan video orang azan. Saya datang lebih awal ke masjid, untuk memasang  tripod dan merekam orang-orang azan. Lalu saya tinggal untuk berwudu. Saat itu Herman bertanya ramah padaku.

“Kang, lagi buat YouTube ya?” katanya menebak.

Saya lekas mengiyakan. Dia antusias bertanya lagi nama channelnya. Saya bilang Muazin Kampung nama channelnya. Dia lalu mengajak saya untuk membuat channel YouTube tentang misteri.

Herman alias Kalagondang

Tanpa panjang lebar saya bilang oke. Karena memang saya juga sudah punya niatan untuk membuat cahnnel misteri. Dari sana, obrolan dengan Herman berlanjut hingga bada salat dan hari-hari berikutnya.

Singkat cerita kami membuat channel Kalagondang. Isinya tentang sketsa dan komedi horor. Dalam channel itu saya buat Herman (31) menjadi tokoh Kalagondang, sosok Mbah yang selalu didatangi pasien yang meminta jimat atau pelet. Tapi endingnya selalu dibuat selucu mungkin. Seperti si Mbah salah memberikan mantra sehingga membuat pasien kecewa dan lain-lain.

Awalnya tim Kalagondang hanya ada tiga anggota. Saya di kreatif, Herman sebagai Kalagondang dan Jamir (40) sebagai pasien. Tapi tidak sampai satu bulan, tim sudah bertambah banyak dengan merangkul anak-anak muda di kampung Kedaleman. Mereka juga sangat antusias membuat video untuk YouTube.

Hingga suatu hari saya agak dikagetkan dengan pengakuan Herman, dia pernah bilang tidak bisa membaca. Awalnya saya mengira dia hanya bercanda. Sebab sehari-hari Herman selalu pegang ponsel. Pasalnya ketika saya kirim pesan WatsApp (WA) dia membalasnya. Tapi memang dia lebih sering menjawab pesan WA saya dengan voice note atau pesan suara.

Di grup WA Kalagondang ketika kami sedang membahas ide cerita, Herman mengirim pesan suara. “Dulur-dulur, itu isinya ngomong apa? Mbah pusing bacanya. Mbah enggak ngerti!” begitu kata Herman memanggil dirinya dengan sebutan ‘Mbah’ dalam voice not.

Keesokan harinya saya temui Herman di rumahnya yang bersebelahan dengan makam Ki Buyut Dalam, tempat biasa kami syuting untuk YouTube Kalagondang. Tempatnya masih di Kampung Kadaleman. Saya mengajukan pertanyaan pada Herman, bagaimana kalau ada yang kirim pesan teks WA, tanpa voice note?

“Kalau ada yang kirim pesan WA, saya nunggu temen dulu buat bacain. Kadang minta tolong suruh ketikin bales jawaban,” kata Herman, Senin (4/7/2022).

Herman mengaku pernah mengenyam pendidikan hingga sekolah dasar di Kemanten, Puser, Kecamatan Tirtayasa. Tapi ia hanya bertahan hingga kelas IV SD. “Dulu kayaknya kebanyakan bolos sekolah sih. Kalau baca susah. Harus dieja dulu. Beberapa huruf abjad tahu, tapi lebih banyak enggak tahunya,” cerita Herman.

Anak keempat dari tujuh bersaudara ini mengaku, almarhum kedua orangtuanya dulu sudah mengajarkannya membaca. Begitu juga dengan kakak-kakaknya. Tapi Herman bandel dan sering main dengan teman-teman kecilnya.

Suami dari Rojiah (40) ini bercerita pernah ikut sekolah Paket C di Tambak, Kibin. “Tapi enggak lanjut. Baru masuk tiga hari, berhenti lagi. Sekolahnya sih gratis. Tapi pas nebus ijazahnya mesti bayar, jadi saya berhenti,” tuturnya.

Tanpa punya ijazah, Herman berkelana mencari pekerjaan. Pada 2008 lalu ia pernah bekerja di Malaysia selama dua tahun. Pernah bekerja di Batam selama satu tahun (2010), keliling jual remot tv selama 3 bulan. Kerja di toko sembako. Ia kerja apa saja, kerja serabutan. “Bahkah saya pernah bekerja di Kalimantan selama lima bulan jadi buruh di kebun kelapa sawit. Dan pada 2011-2014 kerja di Jakarta proyek pembangunan perumahan,” tutur Herman.

Sementara istri Herman, sejak lima bulan terakhir ini bekerja menjadi TKW di Dubai. “Sejak 2017 sampai sekarang saya menganggur. Sambil jaga makam Ki Buyut. Tapi jaga makam ga ada gajinya. Makanya saya sambil kerja serabutan seperti cari-cari rongsokan,” paparnya.

Saat ditanya apakah Herman ingin belajar membaca lagi? “Pengen sih belajar lagi, tapi belum ada yang ngajari. Tapi kalau belajar di umur segini sepertinya bakal lama,” pungkasnya. (Wayang)

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==