Ya, bagaikan mimpi. Setahun setelah saya diamanahi sebagai Duta Baca Indonesia, 30 April 2021, yang ada di kepala saya adalah: bagaimana caranya mengirimkan buku-buku untuk saudara kita di Indonesia bagian Timur.

UNESCO menyodorkan angka ideal, bahwa 1 pemustaka harus membaca 3 buku, itu tantangan berat. Kenapa? Realitas yang disodorkan Perpusnas RI sangat mengejutkan, ternyata 1 buku ditunggu 90 pemustaka.


Setelah Safari Literasi JawaBali-NTB-NTT selama 84 hari, mulai 18 Januari hinga 10 April 2022, saya mengakui bahwa minat baca masyarakat sangat tinggi, hanya saja akses ke perpustakaan di Indonesia Timur sangat sulit dan penyebaran buku tidak merata.

Kurungbuku.com menulis, di Jawa, kita berpesta pora dengan buku. Tapi buku menjadi barang mahal di wilayah Indonesia Bagian Timur. Jasa pengiriman buku lebih mahal dari harga bukunya. Fakta ini disampaikan Rudi Rustiadi kepada Amirzal, Senior General Manager Commodity Development Angkasa Pura II di Gedung 600 lantai dua, Bandara Soekarno-Hatta, Senin (30/05). Saya pernah mengirim buku seharga Rp. 99 ribu, ongkos kirimnya Rp. 150 ribu. Saya juga pernah mengirimkan 100 kilo buku lewat JNE, biayanya Rp. 600 ribu. Uang belanja isteri saya berkurang untuk itu.


Rudi datang ke gedung Angkasa Pura ditemani Taufik Hidayatullah. “Permasalahan ini kami temui saat Safari literasi Jawa-Bali-NTB-NTT, Januari hingga April 2022 lalu. Saat kami datang ke kampung-kampung buku selalu menjadi barang yang diminta,” ungkap Rudi kepada Amrizal seperti ditulis Kurungbuku.com..

Saat ada kunjungan Erick Thohir ke Rumah Dunia pada 11 Mei 2022, saya menyampaikan hal ini kepada Fiki Satari sebagai Komisaris Angkasa Pura II. Fiki langsung merespon. Kata Fiki, “Kami siap mendukung. Pak Muhammad Awaluddin sebagai President Director juga ikut mendukung.”
Saya sebagai Duta Baca Indonesia bersama Angkasa Pura II menjalin kerjasama dalam hal pengiriman buku. Saya melabeli program ini dengan nama Hibah Buku untuk Indonesia. Angkasa Pura II yang diwakili oleh Senior General Manager Commodity Development mendukung dan menyambut baik kerjasama ini.

“Ini satu kesempatan bagi kami untuk berbagai dan mendukung dalam kegiatan peningkatan minta baca dan mencerdaskan masyarakat di Indonesia,” ungkap Amirzal di Kurungbuka.com.
Program ini dianggap Amirzal sangat baik dan bermanfaat. “Kerjasama dengan Duta Baca Indonesia akan kami upayakan agar berdampak langsung pada masyarakat. Untuk tahap awal Angkasa Pura II membantu pengiriman buku ke Samarinda sebanyak 150 Kilogram,” kata Amirzal.

Kini saya sedang menunggu sumbangan buku dari Mizan Group juga siapa saja yang ingin membantu saudara-saudara kita yang haus akan bacaan. Siakan kirimkan bukunya ke:
Gol A Gong
Rumah Dunia
Komplek Hegar Alam 40
Serang 41118
Banten


