Saya sebetulnya agak meragukan jika disebut insomnia. Setiap mengantuk, saya tertidur. Jika sedang menyetir di jalan tol kemudian mengantuk, saya menuju rest area. Parkir dan tidur di dalam mobil. Di ruang TV. Sedang menulis, mengantuk, ya, tidur. Tapi memang tidak lama – paling lama sejam. Terus bangun, melek. Ya, menulis. Jadi saya insomnia bukan karena depresi. Kalau kurang olahraga, saya akui.



