Namun dibalik acara tersebut, ada hal unik dan menarik untuk dibahas. Salah satunya tukang parkir sekitar area tabligh akbar, yang bernama Dani Yanuar. Secara tiba-tiba, rumah Dani yang dekat dengan alun-alun Pandeglang, dijadikan lahan parkir oleh masyarakat. Sehingga Dani berinisiatif untuk mematok harga parkir kendaraan sebagai bisnis dadakan.

Dani mematok harga, satu motornya 2 ribu rupiah. Tidak hanya itu, Dani juga memiliki warung (seperti warung madura), banyak cemilan dan minuman yang tersedia di dalamnya. Sehingga menjadi alternatif para jamaah, membeli jajanan di warung Dani lalu membawanya ke alun-alun sambil mendengarkan tausiyah.

Tidak berhenti sampai disitu, sambil menjaga parkiran, Dani tetap berupaya membaca buku, sebab ia mahasiswa akhir yang harus segera menyelesaikan skripsi. Dani merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Banten, Prodi Sejarah Peradaban Islam.

“Saya bukan gak mau mendengarkan tausiyah ke alun-alun, tapi ada amanah yaitu menjaga kendaraan umat, semoga menjadi ladang pahala juga,” ujarnya.



