Tahun pertama, 2021, saya menginisiasi 2 buku bersama Edi Mulyono – Pemred Perpusnas Press. Buku pertama judulnya Leksikon dan yang kedua Saatnya Duta Baca Bicara. Setelah sukses dengan dua buku, saya menerukan ide menulis buku Aku dan Duta Baca.

Baca juga tentang Leksikon – Gerakan Indonesia Menulis yang Digagas Gol A Gong
Kenapa saya menulis buku Aku dan Duta Baca? Saya prihatn iklim menulis di para pegiat literasi dan Duta Baca Daerah tidak maksimal. Sepanjang 2021 hingga 2024, saya menemukan banyak gagasan tentang bagaimana Duta Baca Indonsia dan Daerah di masa depan. Gagasan-gagasan itu muncul dari para pegiat lierasi dan beberapa Duta Baca Daerah. Ini penting untuk jadi acuan Perpustakaan Nasional RI dan Dinas Perpustakaan Daerah.


Rudi Rustiadi sebagai assiten saya, dengan sigap menangani ini. Ada 40 penulis yang rata-rata pegiat literasi bergabung; mereka dari Sabang hingga Papua. Duta Baca Daerah hanya beberapa saja; dari Kalimantan Utara, Banten, dan Jawa Timur. Para petinggi dari Perpustakaan Nasional juga bergabung; Prof. E. Aminudin Azis, MA., Ph.D., Dr. Adin Bondar, Dr. Joko Santoso, dan edi Wiyono.



Alhamdulillah, 18 Oktober 2024 diluncurkan dan dibedah di Perpusnas Writers Festival IV, Jepara, Jawa Tengah. Enam penulis hadir; ada yang dari Tarakan, Kuningan, Bandung, Banten, Lamongan, dan Tegal. Terus diluncurkan di Mataram, Pangkal Pinang, dan Toboali. Sayang, Makassar dan Manokwari batal.


