Sebenarnya aku punya beberapa pilihan library cafe yang bisa dikunjungi, namun Kineruku memiliki keunikan tersendiri buatku. Apalagi ketika aku melihat review orang lain di google maps tentang cafe yang memiliki tagline “Baca, Dengar, Tonton” ini.
Aku berangkat dari kosanku yang berada di Jalan Susmita, Kota Bandung ke Cafe Kineruku yang berada di Jalan Hegarmanah No.52, Kec. Cidadap, Kota Bandung. Jaraknya sekitar 9,5 KM atau sekitar 25 menit ditempuh dengan sepeda motor dari kosanku.

Sesampainya di sana, aku cukup kaget ketika melihat bangunan Kineruku dari luar. Tidak tampak seperti cafe atau tempat nongkrong pada umumnya, hanya seperti rumah biasa yang dipenuhi tanaman hias di depannya dengan plang putih bertuliskan Kineruku.
Dengan rasa penasaran yang semakin menjadi, aku melangkahkan kaki mendekati pintu masuk dan langsung disambut oleh salah satu pegawai.
“Selamat siang kak, silakan tasnya ditaruh terlebih dahulu di loker,” katanya ramah sambil mengarahkan untuk menyimpan tas di loker coklat yang berada di samping pintu.
“Untuk pesan menunya di sini kak, silakan,” tambahnya.
“Baik Kak, terimakasih banyak,” balasku.

Menu yang disediakan di Kineruku ini cukup lengkap, mulai dari makanan, minuman hingga cemilan tersedia di sini dengan harga yang variatif.
“Es Kopi Susu satu kak,” kataku sambil melihat buku-buku yang tersusun rapi di rak.
Tidak tunggu lama, aku langsung berkeliling melihat koleksi buku dan kaset yang ada di ruang tengah.
Kineruku ini bukan hanya sekadar cafe library, tapi juga toko buku yang menjual beragam jenis buku, mulai dari buku lokal sampai buku internasional. Dan beragam aksesoris seperti gantungan kunci, stiker, kaset lagu dan lainnya yang bisa dibeli.

Setelah pesananku datang, aku duduk di ruang semi outdoor dan segera bergegas ke ruang perpustakaan untuk mencari buku yang ingin aku baca.
Betapa takjubnya aku ketika masuk ke ruang perpustakaan yang memiliki koleksi buku lawas yang bagus. Buku penulis-penulis hebat banyak terpajang di rak buku itu, mulai dari Ramy Sylado, Putu Wijaya, Pramodya, Goenawan Mohamad, Laila Chudori, dan penulis Indonesia yang lainnya
Selain itu, ada juga buku sastra dari sastrawan dunia seperti buku karangan Leo Tolstoy, Dostoevsky, Kahlil Gibran, George Orwell dan masih banyak yang lainnya.

Buku-buku koleksi Kineruku cukup beragam dan mencangkup beberapa genre, mulai dari sastra, esai, filsafat, budaya, seni, sejarah, arsitektur, hingga buku anak-anak. Yang bikin aku salut adalah, banyak buku-buku lawas yang masih terawat.
Aku memilih beberapa buku untuk aku baca, mulai dari buku Paris Van Jaya karangan Remy Sylado, Creative Writing dan Jurnalisme Sastrawi.
Ada beberapa pilihan tempat membaca di sini, mulai dari ruangan indoor, semi outdoor, dan outdoor. Semuanya tempat dilengkapi dengan kursi dan mejanya.

Aku membacanya di ruang semi outdoor, kemudian pindah ke ruang outdoor ketika matahari sudah mulai merendah. Tempat yang sejuk dan homy membuat suasana membaca menjadi nyaman dan tenang.
Aku sangat merekomendasikan tempat ini untuk dikunjungi jika kamu berada di Bandung atau berencana pergi ke Bandung. Kineruku buka hari Selasa-Minggu pukul 11.30-17.30 WIB.





