Kuliner: Mie Aceh dan Kopi

Pertama kali saya menikmati mie Aceh justru di Kairo, Mesir, April 2015. KBRI di Kairo bekerjasama dengan FLP Aceh mengundang saya, Pipiet Senja (penulis), Irwan Kelana (wartawan Republika), dan Mohammad Fauzil Adhim (Kupinang Kau dengan Bismillah). Novel “Ayat-ayat Cinta” karya Habiburrahman El Shirazy sedang meledak. Padahal ketika saya ke Aceh pasca tsunami (2005), tidak terpikir mie Aceh di lidah.

Dijamu mie aceh dan kopi oleh Nazarudin Musa, 2 Oktober 2024.

Setelah itu, di Kota Serang mulai bermunculan warung mie Aceh, yang rempahnya terasa kuat di lidah. Warung mie Aceh yang pas lokasinya di Patung dan di Benggala. Saya sering menikmati mie Aceh dan teh tarik di sana. Tapi tentu paling lezat jika menikmati kuliner mie Aceh itu langsung di Aceh. Saya lupa kapan persisnya. Tapi berkali-kali saya ke Aceh, pasti menikmati mie Aceh, teh tarik, dan tentu kopi Gayo. Biasnya Nazarudin Musa (Ketua Ikatan Pustakawan Indonesa) dan istri, menjamu saya.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==