Desa ini terkenal dengan rata-rata mata pencahariannya sebagai Nelayan. Namun desa ini juga melahirkan beberapa penyair nasional, di antaranya Bara Pattyradja, Pion Ratuloli, dan lain-lain.

Desa yang pernah dikunjungi Radar Panca Dhana, juga memiliki latar sejarah dari masa lalu meski jejaknya sulit ditemui kini.

Saat berlibur di sini, saya menyempatkan diri berkunjung ke kerajaan Lamahala yang hanya menyisakan rumah adat , gapura dan meriam tua .

Paling asyik jika ke desa ini kita memilih spot di dataran tinggi untuk bisa melihat kapal-kapal nelayan yang bersandar dan juga pemandangan pulau Solor.

Ada banyak potensi yang bisa digali dari tempat ini sebagai sebuah tujuan wisata baik dari budaya , sejarah ataupun kehidupan masyarakatnya .

Saat berada di sana, saya sangat menikmati pemandangan dari rumah adaik ipar yang berada di bukit sambil ngopi dan merokok.




