Tagline yang aku tulis: jalan-jalan sambil nulis buku. Di negara yang dituju nanti para peserta harus mewawancarai warga setempat, agar terjadi interaksi. Aku malah menyarankan kepada para peserta untuk banyak bertanya kepada warga setempat, Dengan cara begitu, kita akan dapat banyak hal tentang karakter mereka.

Destinasinya yang sejak tahun 2015 sudah berjalan dan jadi idolah adalah XploreSingapore. Destinasi Singapura ini sangat digemari. Kita selama 2 malam 3 hari menjadi warga kota Singapura.

Kita akan melihat bagaimana negara kecil ini menata kotanya. Bagaimana agama diurus negara, sehingga wraganya tenang beribadah. Bagaimana kebersihan jadi prioritas utama, trotoar untuk pejalan kaki, disiplin antri, mendahulukan yang tua dan cacat, serta hak dan kewajiban dijalankan dengan baik.

Biaya sebelum pandemi Rp. 3,5 juta/orang. Include tiket Jakarta – Singapura PP, penginapan dormy-bed di pusat kota, pelatihan travel writing dan penerbitan buku. Exclude (ditanggung peserta) untuk makan 3 hari sekitar Rp. 600.000,- Transportasi bus dan kereta Rp 400 ribu. Kita lihat setelah era pandemi Covid-19 berakhir, apakah biaya masih sama atau naik. Kami bekerjasama dengan biro perjalanan di Singapura.



