Perut sudah kenyang dengan 3 duren. Saya, Rudi, Opik masing-masing 1 butir kecil. Stop. Ditawari lagi oleh Pak Ronald, kami menolak. Tahu dirilah soal umur. Ini duren tembaga, jadi harus hati-hati karena soal umur.

Kami langsung menuju TBM Gandaria Duskar, lokasinya di puncak bukit. Jalannya kecil dan berliku. Sampailah kami di lokasi, peris di pinggir jalan. Anak-anak sudah menunggu sejak pukul 13:00. Kami datang sekitar 14:30 WIT.

Acaranya seru. Anak-anak berkumpul duduk lesehan. Kata Sahrul Rahmat, Ketua TBM Gandaria Duskar, “Awalnya ini gedung koperasi. Kemudian kami diberi kepercayaan untuk mengelolanya.”

Saya membagikan buku-buku ke setiap anak yang berani bertanya. Beberapa anak bertanya dengan bersemangat. Ada yang bertanya, kenapa saya menulis, buku apa yang sudah ditulis, dan kenapa harus membaca buku. Juga saya mengajukan beberapa pertanyaan seputar pengetahuan umum tentang Maluku.

Buku-buku tersebut sumbangan dari Elex Media Komputindo, Agro Media, Mizan Grup, Gramedia, Sip Publishing, Sekolah Enuma Bahasa Indonesia, dan Gong Publishing melalui program Hibah Buku untuk Indonesia, yang digagas Duta Baca Indonesia *


