Mang Ripin: 22 Tahun Jadi Jurnalis dan Pegiat Foto Senior di Banten

Ia datang ke Rumah Dunia untuk pemotretan album Band Hidden Hils milik Baehaqi Mohammad dan Gondez Casanova, mereka akan me-launching mini albumnya di bulan Agustus ini. (31/7/22)

Melihat Mang Ripin, aku jadi tertarik mewawancarai dan menampilkan sosoknya di golagongkreatif.com. Sebelumnya, aku juga sering melihat karya foto jurnalistiknya yang diunggah di akun facebook Nurhaipin Lamanna.

Bagaimana ceritanya Mang Ripin bisa tinggal Banten?

Bapak dan Ibu saya asli Sulawesi Selatan, Bugis, sedangkan saya lahir di Pasar Ikan, tepatnya dekat Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Jadi begini, cerita saya bisa hijrah ke Banten.

“Pasca reformasi tahun 1998, saya tergabung di Jakarta Jurnalis Club yang bermarkas di bilangan Pasar Baru. Ada teman saya orang Banten namanya Yudi yang saat ini mengelola majalah Polda Banten. Dari sini, dia mengajak saya untuk main ke rumahnya di Banten. Sering pulang-pergi ke Banten, akhirnya saya tertarik dengan iklan sebuah perumahan yang menawarkan paket rumah dengan uang seratus ribu.

Dengan modal nekat terukur, saya beranikan diri untuk mengambil tawaran tempat tinggal tersebut, sebuah perumahaan di KSB. Untuk bayar DP perumahaan, waktu itu saya jual vespa sekitar lima juta rupiah. Hingga akhirnya setelah menyicil selama lima belas tahun alhamdulillah, sudah selesai,” tuturnya.

Mang Ripin bisa menulis dan memotret foto, belajar dari siapa?

Dirinya menceritakan pertama kali belajar menulis sekita tahun 1983 melalui karya Arswendo Atmowiloto berjudul “Menulis itu Gampang”. Sekarang buku itu berubah judul menjadi “Mengarang itu Gampang”

“Dari buku itu saya diajarkan teori menulis layaknya seperti ketika berbicara spontan saja! Sama seperti belajar foto, saya belajarnya secara otodidak lewat buku-buku fotografi yang saat itu sangat sulit mencarinya di toko buku manapun, sehingga harus cari ke IKJ di Cikini atau Gramedia, Gajah Mada.

Sedangkan aktivitas menulis sering saya salurkan lewat kolom pembaca di beberapa media ibukota, seperti Berita Kota dan Warta Kota. Pertama kali tulisan saya dimuat di warta kota. Adapun karya foto dan video pernah dimuat di Metro TV,” jelasnya. Kesemua tulisan dan video lebih pada mengkritisi kebijakan publik di Jakarta, terutama soal dampak buruk reklamasi pantai Ancol. Saat itu direkturnya masih Pak Budi Karya yang saat ini menjabat Menhub.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==