Oleh Muhzen Den
Persiapan matang sebelum melakukan aktivitas bertualang, baik itu mendaki gunung, berenang di laut, maupun berkeliling ke daerah baru, harus ada. Sebab, dengan persiapan utyu meminimalisasi dari kekacauan rencana bertualang atau menghindari bahaya yang tidak kita duga.
Materi pembekalan soal bertualang dan pendakian gunung itu penting. Karena dengan membekali diri berarti kita sudah siap melakukan sesuatu hal baru yang akan membuat kita punya pengalaman dan kesan. Nah, materi pendakian untuk pemula punya makna mendalam. Sesuatu yang baik dimulai dari dalam diri untuk melakukan sesuatu di luar diri.

Jika kita membekali diri dengan wawasan mendaki dan lain sebaginya, yakinlah rencana dan tujuan kita akan terlaksana meskipun harus melewati rintangan atau ujian. Namun biasanya, rintangan dalam pendakian maupun bertualang merupakan bagian dari pembelajaran diri bagi kita tentang kehidupan di alam bebas semacam pegunungan.
Berikut ini dikutip dari laman www.kompas.com, persiapan yang harus dilakukan seorang pendaki pemula agar selamat sampai tujuan.

1. Pastikan fisik prima
Persiapan sekaligus syarat mutlak naik gunung adalah fisik yang prima. Untuk mendapatkan fisik prima, kamu perlu olahraga secara rutin sejak jauh hari sebelum jadwal pendakian. Sebab, mendaki gunung pasti akan menguras tenaga. Apabila fisik pendaki kurang prima, dikhawatirkan akan terjadi risiko yang tidak diinginkan selama perjalanan.
2. Mulai dari gunung yang ramah pemula
Bagi pemula sangat disarankan mulai mendaki dari gunung yang ramah pendaki pemula. Gunung ramah pendaki pemula yang dimaksud dengan kriteria ketinggian tidak terlalu tajam, durasi pendakian lebih singkat, serta medan pendakian lebih mudah.
3. Jangan mendaki sendiri
Pendaki pemula sangat tidak dianjurkan naik gunung sendiri. Sebaliknya, pendaki pemula bisa bergabung dengan komunitas atau teman yang sudah berpengalaman. Mendaki gunung seorang diri akan sangat berisiko, baik bagi pemula maupun profesional. Terlebih, apabila tidak ada persiapan matang serta tidak cukup informasi mengenai medan yang akan dilalui.
4. Gunakan jasa pemandu
Jika diperlukan, pendaki pemula bisa menggunakan jasa pemandu gunung untuk menemani pendakian pertamanya. Namun, pastikan bahwa pemandu gunung tersebut merupakan seorang profesional di bidangnya.
5. Bawa perlengakapan yang tepat
Selain fisik, persiapan tidak kalah pentingnya adalah perlengkapan pendakian yang tepat. Bagi pendaki pemula, tentu masih asing dengan perlengkapan naik gunung sehingga perlu riset dan mencari informasi dari pendaki berpengalaman. Ada sejumlah perlengkapan wajib untuk menghindari hipotermia di gunung meliputi kantong tidur atau sleeping bag, jaket hangat berbahan polyester, jas hujan, pakaian ganti, dan makanan berkalori tinggi. Tidak kalah penting bagi pendaki adalah memilih alas kaki yang tepat sehingga perjalanan lebih nyaman. Selain itu, perlengakapan dasar naik gunung lainnya, seperti tenda, alat masak, matras, carrier, perlengkapan medis, dan alat navigasi. Pastikan perlengkapan tersebut efisien sehingga meringankan beban kamu selama perjalanan.
6. Bawa perlengkapan medis
Para pendaki wajib membawa perlengkapan medis. Hal ini tidak boleh dianggap sepele saat naik gunung. Beberapa perlengkapan medis yang sangat dianjurkan dibawa saat naik gunung, seperti kotak P3K untuk mengantisipasi luka dalam perjalanan. Kemudian pendaki dianjurkan membawa pulse oximeter, yaitu alat untuk mengukur saturasi oksigen. Dalam kondisi saturasi oksigen di bawah 92, maka orang akan cenderung mengalami sesak napas. Oleh sebab itu, pendaki sangat dianjurkan membawa botol oksigen portabel. Terakhir, peralatan medis yang dianjurkan adalah heating pad atau bantal hangat untuk mencegah hipotermia jika suhu di puncak gunung sangat ekstrem.

7. Pahami jalur
Seorang pendaki wajib mengetahui jalur pendakian, termasuk rute naik dan turun. Termasuk durasi rata-rata naik dan turun gunung bagi pemula sehingga bisa mengkalkulasi persiapan fisik yang diperlukan. Oleh sebab itu, pendaki pemula harus banyak mencari informasi seputar gunung yang akan didaki. Dalam perjalanan, upayakan tidak terpisah dengan rombongan. Selanjutnya beritahu keluarga dan teman terdekat mengenai rencana pendakianmu. Pastikan mereka mengetahui jadwal pendakianmu secara rinci sehingga bisa memperkirakan waktu selesai pendakian. Jika tidak ada kabar sesuai dengan jadwal, maka mereka bisa mengambil tindakan dengan segera untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan.
8. Mengetahui prediksi cuaca
Selain rute, pendaki juga harus mengantongi seputar prediksi cuaca pada hari pendakian. Hindari memulai pendakian saat hujan turun sehingga sebaiknya tunggu hujan reda baru mulai mendaki. Jika memungkinkan, hindari mendaki lewat titik rawan aliran air di jalur pendakian demi keselamatan pendakian. Jika membawa ponsel, matikan ponsel saat cuaca buruk. Sebab perangkat elektronik, termasuk smartphone itu rawan tersambar petir jika masih menyala.
9. Berlatih memasak atau mengolah makanan
Mendaki gunung membutuhkan keterampilan baru, yakni memasak atau mengolah makanan. Pendaki pemula disarankan memiliki kemampuan dasar tersebut agar tak kesulitan saat berada di puncak gunung. Dengan keterampilan memasak itu, pendaki tidak bergantung pada makanan instan. Sebab, pendaki disarankan makan makanan sehat selama pendakian untuk menjaga stamina tubuh.
10. Tidak meninggalkan sampah
Salah satu etika dalam mendaki gunung yang wajib dipatuhi adalah tidak meninggalkan sampah di gunung. Jadi, bawa sampah pendakian saat turun gunung. Tidak terkecuali sampah organik. Dengan demikian, kamu berkontribusi menjaga kebersihan di gunung dan melestarikan lingkungan. Apabila kamu menyalakan api unggun di gunung, pastikan sudah padam saat ditinggalkan. Sebab, percikan api sekecil apapun bisa berisiko pada kebakaran hutan.
Demikianlah persiapan matang yang harus dilakukan pendaki pemula dalam mendaki gunung. Jika kalian sudah siap dengan persiapan yang dibutuhkan, maka silakan berjalan dan mendakilah dengan mentaati aturan yang sudah ditentukan bersama. Selamat mendaki!
(Dari berbagai sumber/kompas.com)



