Melintasi Gelombang: Kisah Seru Perjalanan ke Geopark Ciletuh

Perjalanan Awal: Dari Serang ke Sukabumi

Kami, total 18 orang, memulai perjalanan dengan 9 motor. Suasana pagi itu cerah dan penuh keceriaan. Setiap dari kami memastikan semua perlengkapan sudah siap helm, jaket, dan tentu saja, semangat yang tak tergoyahkan. Suara mesin motor kami bergemuruh ketika kami melaju keluar dari Serang, menuju Sukabumi.

Perjalanan ini memakan waktu sekitar 4 hingga 6 jam, dengan beberapa kali berhenti untuk beristirahat dan mengisi bahan bakar. Selama perjalanan, kami menikmati pemandangan yang luar biasa hijau pepohonan, perbukitan yang menjulang, dan sesekali, rumah-rumah kecil yang tersebar di sepanjang jalan. Selama beberapa jam pertama, kami bercakap-cakap, bercanda, dan mendengarkan musik, membuat perjalanan terasa lebih cepat.

oppo_0

Setelah beberapa jam berkendara, kami tiba di rumah teman kami, Arivai, di Sukabumi. Arivai menyambut kami dengan hangat, dan kami langsung disajikan makan siang yang lezat. Hidangan khas Sukabumi, seperti nasi goreng kampung dan sate maranggi, menggugah selera kami.

Makan siang ini adalah kesempatan yang baik untuk beristirahat dan berbincang-bincang. Kami berbagi cerita tentang perjalanan yang akan datang dan tertawa terbahak-bahak mendengar cerita lucu.

Setelah makan dan beristirahat sejenak, kami melanjutkan perjalanan menuju tujuan utama kami Geopark Pantai Ciletuh. Kami merasa lebih segar dan siap menghadapi sisa perjalanan.

Melanjutkan Perjalanan: Menuju Geopark Pantai Ciletuh

Perjalanan dari Sukabumi ke Ciletuh memerlukan waktu yang cukup lama, namun pemandangan yang kami lewati sungguh menakjubkan. Jalanan berkelok-kelok dan suasana pedesaan yang tenang menciptakan pengalaman berkendara yang sangat menyenangkan. Setiap kali kami berhenti untuk istirahat, kami merasa semakin dekat dengan tujuan kami.

Ketika kami akhirnya melihat tanda-tanda Geopark Pantai Ciletuh, semua orang mulai bersemangat. Kami tahu bahwa pemandangan indah menanti di depan. Tidak sabar rasanya untuk merasakan pasir putih di bawah kaki dan menikmati suasana pantai yang tenang.

Akhirnya, kami tiba di Geopark Pantai Ciletuh. Pemandangan yang menyambut kami benar-benar luar biasa. Pasir putih yang halus, laut biru yang jernih, dan ombak yang menenangkan membuat kami langsung merasa terpesona. Beberapa dari kami berlari ke pantai dengan riang, sementara yang lain duduk santai di bawah payung, menikmati pemandangan yang menenangkan.

Kami memutuskan untuk bermain bola plastik di pantai. Aktivitas ini membawa tawa dan kegembiraan yang melimpah. Setiap kali bola melayang tinggi atau menabrak pasir, kami tertawa keras. Momen ini bukan hanya tentang bermain, tetapi juga tentang kebersamaan dan menciptakan kenangan indah.

Menunggu Sunset: Momen Magis di Pantai

Saat sore tiba, kami semua berkumpul untuk menyaksikan sunset yang legendaris di Pantai Ciletuh. Langit bertransformasi menjadi lautan warna merah, oranye, dan kuning keemasan, menciptakan pemandangan yang sangat menakjubkan. Kami berdiri terpesona, mengambil foto-foto, dan hanya menikmati keindahan alam yang menakjubkan ini. Selain itu kami juga bermain bola plastik dan berlari tanpa beban.

Rasa syukur dan kebahagiaan menyelimuti kami saat matahari mulai tenggelam di cakrawala laut. Momen ini menjadi penutup yang sempurna untuk hari yang penuh dengan aktivitas dan keindahan.

Saat malam tiba, kami kembali ke homestay yang telah kami pesan sebelumnya. Ada berbagai pilihan homestay di sekitar pantai, dengan harga mulai dari 150 ribu hingga 600 ribu per malam, tergantung fasilitas. Kami memilih homestay dengan harga menengah, sekitar 300 ribu per malam, yang menawarkan kenyamanan tanpa terlalu mahal.

Setelah check-in, kami menuju kamar masing-masing. Homestay ini nyaman, dengan tempat tidur yang empuk dan fasilitas dasar yang memadai. Kelelahan setelah perjalanan panjang segera terasa, namun semangat kami tetap tinggi.

Malam itu, kami berkumpul di ruang makan homestay untuk menikmati makan malam. Menu spesial malam itu adalah bakar ikan laut segar. Ikan yang dipanggang dengan bumbu khas membuat aroma yang menggugah selera menyebar ke seluruh ruang makan.

Seperti biasa sebelum makan bersama, kami selalu menyempatkan untuk berdoa sebelum makan untuk mensyukuri nikmat hari itu dan yang akan datang. Kami menikmati makan malam sambil bercengkerama, berbagi cerita tentang hari itu, dan merencanakan aktivitas untuk hari berikutnya.

Biaya Perjalanan: Rincian dan Perhitungan

Sebelum tidur, kami menghitung biaya perjalanan kami. Berikut adalah rincian biayanya:

Transportasi (BBM dan biaya motor): Sekitar 200 ribu per motor untuk perjalanan pulang-pergi, dengan total 8 motor = 1.800.000

Makan di Sukabumi (untuk 18 orang): Sekitar 50 ribu per orang = 900.000

Homestay: 300 ribu per malam per kamar, dengan 4 kamar yang digunakan (total 3 malam) = 900.000

Makan Malam di Homestay: Sekitar 50 ribu per orang = 900.000

Total Biaya: 4.500.000 (dari total biaya yang dibagi rata antara anggota kelompok, setiap orang membayar sekitar 250.000)

Pulang dengan Kenangan Berharga

Pagi berikutnya, kami bersiap untuk pulang. Kami mengemas barang-barang kami dengan perasaan campur aduk bahagia karena telah menikmati liburan yang indah, namun sedikit sedih karena harus meninggalkan tempat yang telah memberikan banyak kenangan berharga.

Perjalanan pulang terasa lebih singkat karena kami terus berbicara tentang pengalaman dan kenangan selama liburan. Kami sepakat bahwa perjalanan ini adalah salah satu liburan terbaik yang pernah kami alami selama kuliah. Persahabatan kami menjadi lebih erat dan kenangan-kenangan indah di Geopark Pantai Ciletuh akan selalu kami ingat.

Ketika kami akhirnya kembali ke asrama, kami membawa pulang lebih dari sekadar barang-barang kami. Kami membawa pulang persahabatan yang lebih kuat, kenangan indah, dan pengalaman yang akan kami ceritakan kepada orang lain selama bertahun-tahun mendatang. Liburan ini bukan hanya tentang tujuan, tetapi tentang perjalanan dan kebersamaan yang membuat setiap detiknya sangat berarti.

Saya Muhamad Dupi, adalah seorang mahasiswa dengan minat utama dalam menulis cerpen, artikel non-fiksi dan melukis. Saya memiliki minat besar dalam menulis dan mencari terus berkembang dalam bidang ini. Selain menulis, saya juga menikmati membaca buku-buku inspiratif dan menjelajahi ide-ide baru untuk karya-karya saya berikutnya.

Traveling: Tayang setiap hari Jumat. Kamu punya cerita traveling? Tidak selalu harus keluar negeri, boleh juga city tour di kota sendiri atau kota lain masih di Indonesia. Antara 1000-1500 kata. Jangan lupa transportasi ke lokasi, kulinernya, penginapannya, biayanya tulis, ya. Traveling diluar negeri juga oke. Fotonya 5-7 buah bagus tuh. Ada honorarium Rp100.000. Kirim ke email gongtravelling@gmail.com dan golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: traveling

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==