Topik Membangun Konflik Novel hingga hari ini terus dikeluhkan. Ini jadi bukan basi, tapi bagi saya jadi persoalan klasik. Orang (penulis pemula) sering memikirkan bagaimana caranya membangun konflik. Sering saya jawab, jika kesulitan memulainya dengan premis, pastikan dulu temanya mengandung konflik atau tidak.

Memang ada tema yang mengandung konflik? Ada banget. Misalnya tema cinta terlarang karena beda agama, perkawinan sedarah, beda status sosial. Nah, dari tema cinta terlarang ini kita bisa membangun konfliknya. Misalnya cinta terlarang karena beda agama.
Kemudian konflik novel dibangun juga dari karakter para tokohnya ada yang narcissistic personality disorder (NPD), yaitu gangguan mental di mana pengidapnya merasa dirinya lebih penting dari orang lain. Terus ada karakter tokoh yang psikopat. Tambahkan juga karakter protagonisya yang ternyata autis.

Semakin menarik ketika kita bangun juga setting lokasi dan waktunya. Jika lokasinya di Jawa Tengah (pilih kotanya, misalnya Yogyakarta) akan berisi tentang kuliner, tradisi, sejarah, dan tentu pariwisatanya. Dikaitkan dengan setting waktu, tentu akan terbangun suasananya. Jika tahun 2021-2022, pasti suasanya mncekam karena pandemi Covid-19. Silakan dicoba.
Gol A Gong



