Sriyanto selaku ketua RW Bukit Tirta Nirmala yang menginisiasi acara mengungkapkan rasa terimakasih kepada bapak-bapak dari Kuranji yang bersedia datang memenuhi undangan. Ia berharap lewat olahraga catur menjadi ajang atau media yang kian mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan. Untuk selanjutnya warga BTN pun siap berkunjung tanding ke kelurahan Kuranji.

Pertandingan berjalan seru dalam suasana penuh canda dan keakraban sambil menikmati kopi dan cemilan sukro, kacang goreng, gorengan, dan martabak.
Yang menarik saat kang Imam Munandar dari Kuranji mengajak bermain lehdur (sing keleh mundur) memakai waktu 5 menit untuk lawan dan ia 3 menit. Karena tidak terbiasa dan terlatih menggunakan timer catur, saya dan ustadz Nurjaman selalu kalah oleh Kang Imam.

Saya baru paham kenapa catur disebut olahraga, karena disamping memerlukan kejeniusan berpikir juga mengatur akselerasi atau kecepatan. Kang Imam meski hanya punya waktu 3 menit terbukti selalu menang meski selisih kurang 2 menit dari lawan, semua karena latihan dan pembiasaan.

Acara berakhir menjelang jam 12 malam. Ditutup dengan ramah tamah bersalaman lantas pulang ke rumah masing-masing. *



