Mendongeng Setelah Terkena Stroke, Sungguh Kuasa Allah SWT

Akhirnya saya terima dan saya tampil dalam acara Bincang-Bincang Bahas Sastra (B3S) yang digagas Pengurus Duveta SMKN 2 Kota Tangerang itu. Saya membawakan dongeng Raja Tua dan Biji Benih Pohon.

Sebelum pentas, dada saya sempat berdebar-debar karena selama 3 tahun (covid-19 ditambah sakit stroke) saya belum pernah mendongeng lagi. Berhenti total. Saya khawatir jatuh. Tapi Allah masih melindungi dan menyayangi saya. Subhanallah.

Sebelum pentas, aula sekolah tersebut saya beri energi dengan bismillah dan dzikir sholawat dalam hati. Alhamdulillah, saya merasa lebih tenang lebih yakin, lebih kuat hingga pentas monolog dongeng saya lancar.

Saya pun heran dan kaget sendiri. Kok, bisa monolog dongeng saat sakit stroke? Jawabnya: karena kuasa Allah semata. Tak hanya itu, selama 30 menit saya monolog dongeng, lebih dari 100 penonton saya buat menjadi ambyaaar.

Mendongeng dengan pendekatan seni pertunjukkan (Monolog dongeng) sengaja saya pilih karena pendekatan ini belum dikembangkan oleh para pendongeng. Umumnya pendongeng-pendongeng di negeri ini menggunakan pendekatan ventriloquism, yaitu medongeng dengan menggunakan suara perut.

Akibatnya pola mendongeng menjadi seragam. Saya menolak penyeragaman mendongeng seperti itu. Saya tak mau terjebak. Sebagsi personal, saya harus merdeka dalam mendongeng. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==