Sederhananya, ada 300 lebih tempat kursus bahasa di Kampung Inggris Pare—dan sudah barang tentu, para siswa yang ada di Kampung Inggris jumlahnya sangat banyak. Dan setiap siswa 5 dari 10-nya menggunakan sepeda.

Dengan fakta yang saya amati, saya mengunjungi tempat rental sepeda milik Ikhwan. Dia merupakan pria berumur 59 tahun, yang sudah memulai bisnis rental sepeda sejak tahun 2015.

Sebelumnya, Ikhwan mengaku kepada saya berkerja di sebuah bengkel sepeda motor yang ada di Kota Kediri. Namun, karena usianya yang sudah mulai tidak produktif, ia memutuskan berhenti, dan memutuskan membuka rental sepeda.
Semula Ikhwan membeli sepeda milik anak sekolah dua unit bermerk Polygon. Ikhwan tahu betul, Polygon merupakan sepeda jempolan dan—kalau disewakan sedikit ada rasa sayang, dan harganya terlalu murah kalau direntalkan.

Dia memutuskan satu sepeda Polygon-nya ditukarkan menjadi 3 unit sepeda yang kualitasnya kurang jempolan. Akan tetapi, harga rentalnya masih tetap sama, yaitu 50 ribu rupiah perbulan pada 2015. Sekarang, harganya 60 ribu perbulan.
“Saat siswa Kampung Inggris ajaran baru datang, ada yang menanyakan kepada saya stok sepeda, saya jawab ada. Padahal itu ambil dari temen,” katanya.
Ikhwan memiliki perangai yang jago membaca peluang. Pada akhirnya, sedikit demi sedikit dia membeli sepeda rongsokan dengan harga 100-200 ribu rupiah. Dengan kemampuannya sebagai mantan mekanik sepeda motor, ia gampang saja membetulkan sepeda yang buruk rupa menjadi layak pakai.

“Sekarang saya punya sepeda kira-kira mendekati 300 unit. Itu bisa dicek dari nomor sepedanya. Itu 260. Dan ada juga yang belum saya beri nomor,” katanya sembari memancarkan senyum.
Pemilik rental sepeda Bi Ca Be atau kepanjangan dari (Bicycle Cari Berkah) mengaku kalau dirental sepedanya menawarkan trik marketing yang lumayan jitu. Walaupun sepedanya berawal dari rongsokan, dia berani memberikan pelayanan yang full servis.

“Kalau ada yang rusak tinggal bawa aja ke sini. Ndak bakal didenda. Saya akan betulkan. Kalau mau tuker dengan sepada yang lain tidak masalah,” ujarnya.
Ikhwan mengaku kepada saya, siswa yang menggunakan sepedanya lebih dari 200 orang. Saat saya bertanya berapa keuntungan bersih dari rental sepeda ini, Ikhwan dengan enteng menjawab. “Coba kalikan saja itu 200 unit kali 60 ribu,” katanya.

Sungguh hasil yang memuaskan untuk daerah yang serba murah ini. 200 unit jika dikalikan 60 ribu, maka perbulan Ikhwan sudah menggenggam uang 12 juta. Untuk itulah, ia merasa bersyukur dan mendapatkan berkah dari Kampung Inggris, Pare.
Dia juga menyinggung kalau kerja dulu sebagai mekanik tidak banyak mencukupi keseharian. Tapi sekarang, tidak capek hanya menunggu hasil. Dan membetulkan sepada pun tidak begitu memakan waktu atau tenaga yang besar. *



